MEDAN, Waspada.co.id – Yayasan Budaya Hijau (YBH) Indonesia dan Coca-Cola Europasific Partners (CCEP) Indonesia komit membangun pengaman di benteng Sungai Deli, Kelurahan Pekan Labuhan dan Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.
Program dengan nama Green Belt Project diwacanakan sehubungan Hari Lingkungan Hidup se-dunia bertujuan untuk membangun pengaman benteng sungai dalam jangka panjang, agar tidak terjadi longsor yang dapat berakibat banjir atau bahaya lainnya bagi masyarakat sekitar sungai.
Program tersebut menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS-II), BPBD Kota Medan, Kampung Dongeng Medan serta seluruh partisipan lainnya.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tersebut, YBH Indonesia dan CCEP Indonesia beserta pendukung meluncurkan Green Belt Project di Lingkungan 6, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Kegiatan ditandai menanam 500 batang jenis pohon, penuangan 450 liter Eco Enzyme, penglepasan 3.600 ekor bibit ikan, penyerahan 500 buah karung dan kampung anak dengan tema lingkungan hidup.
Peluncuran Green Belt Project turut dihadiri Kadis Lingkungan Hidup Sumut T Amri Fadli, Ketua Umum YBH Indonesia Bathara Surya Surbakti, dan lainnya. Kadis Lingkungan Hidup Sumut turut mengapresiasi gagasan yang dilakukan oleh YBH Indonesia dan CCEP Indonesia melalui program Green Belt Project.
“Kami juga tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang informasi program ini dan ke depan akan mengundang para inisiator beraudiensi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya, Sabtu (5/6).
Bathara Surya Surbakti mengungkapkan program Green Belt Project akan berlangsung sampai dengan April 2022 melalui berbagai kegiatan, seperti penanaman berbagai jenis pohon, penuangan Eco Enzyme ke sungai, penyemprotan Eco Enzyme di pemukiman warga, penglepasan bibit ikan, dan pelatihan kebencanaan kepada masyarakat.
Corporate Executive NSO CCEP Indonesia, Angga Harahap, menambahkan CCEP Indonesia komit mendukung program Green Belt Project. Program yang dibangun bersama YBH Indonesia merupakan bentuk komitmen dalam membangun kesadaran masyarakat akan potensi bencana di kawasan pemukiman di sekitar benteng Sungai Deli.
“Kami fokus pada dua upaya dalam program ini, yaitu upaya penyelamatan ketika terjadi bencana melalui pelatihan siaga bencana dan upaya meminimalkan dampak bencana melalui penataan hutan bambu atau tanaman pohon lainnya di bantaran Sungai Deli,” ungkap Angga. (wol/ril)/data3
editor AUSTIN TUMENGKOL


















Discussion about this post