JAKARTA, Waspada.co.id – Akhir pekan kemarin, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) bertemu dengan dua ketua partai politik (parpol), yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menilai, pertemuan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dia mengatakan, pertemuan-pertemuan seperti itu akan mulai dilakukan untuk penjajakan pemilu 2024.
“Iya, itu penjajakan. Ke depan akan semakin masif lagi intensitasnya, masif lagi pertemuan-pertemuan itu,” katanya saat dihubungi, Minggu (6/6).
Ujang menyebut ada beberapa alasan RK menjadi sosok yang dilirik oleh Ketua Umum Parpol. Salah satunya tentu karena RK merupakan calon presiden (capres) potensial di tahun 2024. Hal ini mengingat nama RK selalu muncul dalam berbagai survei capres saat ini.
“Ya pokoknya siapapun yang masuk di lembaga survei, yang muncul elektabilitasnya termasuk RK itu punya potensi untuk bisa maju. Itu punya potensi (menjadi capres),” ungkapnya.
Ujang mengatakan alasan lainnya adalah Jawa Barat (Jabar) sebagai daerah yang dipimpin RK memiliki pemilih terbanyak.
“Kenapa RK? Karena RK itu menjadi gubernur yang daerahnya punya pemilih terbesar di Indonesia. Jawa Barat itu kan pemilih nomor satu terbanyak di Indonesia. Itu menjadi magnet tersendiri bagi calon presiden maupun partai politik,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa soal kepastian RK maju di 2024 atau tidak sangat bergantung pada elektabilitasnya. Jika memang terus mengalami peningkatan maka peluang menjadi capres maupun cawapres akan tetap ada. Bahkan jika tidak menjadi capres, RK dinilai memiliki dukungan yang kuat.
“Mulai sekarang partai politik sudah mulai menggenjot, sudah mulai bersaing, sudah melakukan pendekatan-pendekatan katakanlah dengan rekan-rekan koalisinya. Nah RK? Kalaupun RK tidak menjadi capres dan cawapres paling tidak kan sebagai gubernur dan punya masa untuk mendukung A atau B,” pungkasnya. (okz/ags/data3)


















Discussion about this post