BANDUNG, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Sabtu (5/6). Keduanya membahas peluang kolaborasi pada tahun 2024.
Terlihat, Ridwan Kamil mengenakan baju berwarna kuning. Tampak pula beberapa pengurus partai Golkar Jabar dan pusat, di antaranya Wakil Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pengamat politik dari CSIS, Arya Fernandes, menilai pertemuan Airlangga dan Ridwan Kamil (RK) merupakan penjajakan untuk mengetahui respons partai.
“Semua ini kan test the water, coba lihat, penjajakan. Kira-kira kalau ketemu tokoh politik tertentu, bagaimana reaksi publik? Respons elitnya gimana, respon partai-partai lain juga bagaimana” ujar Arya, Sabtu (5/6).
“Airlangga bertemu RK di Bandung, AHY naik motor bareng RK, Anies muji RK, Khofifah ketemu RK. Jadi saya melihat justru ini impact image positifnya menguat ke RK,” ujar Arya terkait pertemuan RK dengan sejumlah tokoh politik.
Namun, menurut Arya, dalam bursa pencalonan mungkin posisinya Cawapres. Dibandingkan calon-calon lain, elektabilitas RK cukup bagus 5-10 persen dan punya pengalaman politik. Mengenai opsi pasangan Airlangga dan RK, Arya berpendapat semua masih berpeluang.
“Otak-atik calon masih sangat terbuka, belum bisa dikunci, hitung-hitungan politik masih belum pasti. Hitung-hitungan soal kandidat, duet, itu masih sangat belum pasti, masih sangat mungkin bisa berubah, karena belum ada kesepakatan politik formal,” sebutnya.
Sebelumnya, RK dan Airlangga membahas sejumlah topik, di antaranya pengembangan Bandara Kertajati hingga aspirasi anggota Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) untuk mengelola ladang minyak marjinal. RK dukungan Golkar ikut membantu program pemerintah Jabar mengembangkan daerahnya.
“Saya kedatangan tamu istimewa Pak Airlangga Hartarto Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar membicarakan dukungan dari Menko Perekonomian untuk Jawa Barat, khususnya pengembangan Kertajati tadi kita bicarakan,” ucap RK.
“Kemudian juga saya menyampaikan aspirasi daerah penghasil migas dan energi terbarukan kebetulan saya ketua umum, terkait memohon agar ladang minyak marjinal bisa diserahkan ke daerah yang tidak terurus oleh Pertamina sehingga menjadi nilai tambah kesejahteraan kepada masyarakat,” kata Gubernur Jabar itu lagi.
Selain itu, Ridwan Kamil mengakui juga membahas sejumlah agenda politik dalam pertemuan itu. Kang Emil mendoakan segala urusan Airlangga untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bisa dipermudah. Selanjutnya membahas politik, dukungan pengembangan Jawa Barat dari Partai Golkar sehingga komit mendukung program Pemprov Jabar.
“Saya juga mendoakan utamanya Allah mempermudah segala urusan maksud Pak Airlangga khususnya di 2024, itu doa dari saya khusus untuk beliau. Mudah-mudahan menjadi tanda kolaborasi kita,” kata Emil. (wol/aa/merdeka/d2)
editor AUSTIN TUMENGKOL


















Discussion about this post