Wednesday, 08 August 2007 06:06    PDF Print E-mail
Gubsu: Pertimbangkan Stabilitas Ekonomi Sumut
Ekonomi & Bisnis - Bisnis
Gubsu mengimbau instansi terkait yang berwenang dalam pengawasan barang-barang kosmetik serta panganan impor dari luar harus mempertimbangkan aspek stabilitas ekonomi yang timbul di Sumut.

Medan, WASPADA Online.

Gubsu mengimbau instansi terkait yang berwenang dalam pengawasan barang-barang kosmetik serta panganan impor dari luar harus mempertimbangkan aspek stabilitas ekonomi yang timbul di Sumut.

Hal tersebut dikatakan Gubsu Drs. Rudolf M Pardede kepada wartawan usai membuka peresmian rapat kordinasi Dewan Ketahanan Pangan Sumut di Bina Graha Pempropsu, Selasa (7/8). Pihak terkait yang berwenang dalam pengawasan barang beredar yang marak diberitakan saat ini harus mempertimbangkan aspek stabilitas ekonomi yang ditimbulkannya, paparnya.

Karena hal tersebut bisa saja menimbulkan stabilitas ekonomi yang kurang baik di Sumut, ujarnya. Dalam kaitan tersebut Gubsu mengatakan akan mengadakan koordinasi dengan pihak Balai Besar Penelitian Obat dan Makanan (BBPOM) Medan untuk melakukan klarifikasi, paparnya. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi timbulnya efek negatif terhadap kondisi ekonomi di Sumut, jelasnya. Namun dalam keterangan itu Gubsu membantah pernyataan tersebut berkaitan dengan adanya aksi yang terkesan balas membalas dari pihak asing terhadap barang-barang ekspor asal Indonesia yang mendapat perbuatan yang sama di negeri asing.

Omset turun
Sementara ribuan kosmetik impor asal China dan negara lainnya dengan berbagai merek masih dijual bebas di Pasar Petisah Medan tanpa adanya pengawasan dilakukan oleh pihak berwenang. Namun dengan maraknya pemberitaan melalui media akhir-akhir ini yang menyatakan banyak kosmetik impor asal negeri China dan belasan negara lainnya mengandung zat berbahaya untuk kesehatan berdampak kepada omset penjualan.

Beberapa pedagang kosmetika di Pasar Petisah Medan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan dalam sepekan terakhir omset penjualan kosmetik dan alat-alat kecantikan lainnya menurun drastis hingga 40 persen. Sementara sebagian besar barang-barang kosmetika yang diperjualbelikan merupakan barang impor asal China, Thailand, Malaysia dan lainnya. Menurut salah seorang pedagang selama ini mereka bebas menjual barang-barang tersebut tanpa adanya pengawasan dari pihak berwenang baik dari Disperindag dan BBPOM.(m40)
(wns)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment