|
||||
| Hati-hati Memasuki Kota Tg. Balai |
| Warta |
|
Para pemudik lebaran dan pengemudi kendaraan dari dan menuju Kota
Tanjungbalai, harus lebih ekstra hati-hati. Pasalnya, badan jalan di Km
7 Kel. Sijambi Kec. Datuk Bandar, atau tepat di perbatasan Kota
Tanjungbalai dengan Kab. Asahan, kupak-kapik, di mana dari 10 meter
lebar ruas jalan hanya 4 meter yang masih bagus.
Tanjungbalai, WASPADA Online Para pemudik lebaran dan pengemudi kendaraan dari dan menuju Kota Tanjungbalai, harus lebih ekstra hati-hati. Pasalnya, badan jalan di Km 7 Kel. Sijambi Kec. Datuk Bandar, atau tepat di perbatasan Kota Tanjungbalai dengan Kab. Asahan, kupak-kapik, di mana dari 10 meter lebar ruas jalan hanya 4 meter yang masih bagus. Akibatnya, tidak jarang terjadi kemacatan lalu lintas di kawasan itu, terlebih saat kendaraan berukuran besar seperti intercooler, truk fuso dan trailer yang melintas dari dan menuju Pelabuhan Teluk Nibung. Bahkan banyak truk patah as, akibat menghindari jebakan lubang besar yang mirip dengan kubangan kerbau. Tak hanya itu, kawasan jalan juga bergelombang dan berdebu sehingga dapat mengganggu jarak pandang para pengemudi, apalagi bagi para pengendera sepeda motor atau becak bermotor. ‘’Dua tahun sudah kondisinya kupak-kapik atau tepatnya setelah beberapa bulan pekerjaan pelebaran jalan rampung dilaksanakan,’’ kata Ketua LSM Insani Kota Tanjungbalai, Afrizal Simangunsong, Kamis (4/10). Menurut Simangunsong, sebelum dilakukan pelebaran jalan oleh Dinas PU Kota Tanjungbalai, kelebaran jalan hanya mencapai 4 meter hasil pekerjaan tingkat provinsi pada 2004. ‘’Kondisi jalan yang masih bagus selebar 4 meter itu adalah hasil pekerjaan tingkat provinsi. Sedangkan kondisi jalan yang kupak kapik merupakan pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan Dinas PU Kota Tanjungbalai. Dan baru saja rampung dikerjakan, badan jalan yang dilebarkan itu telah mengalami kerusakan sehingga sekarang telah kupak-kapik,’’ tukas Simangunsong. Pelebaran jalan satu paket dengan hotmix dan pembangunan median jalan dilaksanakan CV. Kanda Tua Perkasa dengan nilai Rp642 juta pada 2005 lalu atau pada masa Kadis PU Kota Tanjungbalai dijabat Ir. Syafaruddin Nasution, MM yang kini dimutasi sebagai Kadis Tata Kota Tanjungbalai. ‘’Seperti kata pepatah, orang yang makan nangka, tapi kita yang kena getahnya,’’ sebut Simangunsong. Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Tanjungbalai Syahrul Azhari, BA dikonfirmasi Waspada melalui saluran telefon mengatakan, perawatan Jalan di Km 7 Kel. Sijambi yang kupak- kapik itu telah diserahkan ke Balai Besar Departemen PU Tingkat Provinsi. ‘’Itu merupakan jalan provinsi,’’ kata Syahrul.(a37) |
Comments