Friday, 13 July 2007 03:35    PDF Print E-mail
Wawasan Al-Quran Tentang Kebersihan
Mimbar Jumat
Perintah Al-Quran untuk melakukan ibadah yang kemudian dikaitkan dengan kebersihan, menunjukkan bahwa keduanya tak dapat dipisahkan karena saling melengkapi. Oleh karena itu, antara ibadah dengan kebersihan terhadap hubungan timbal balik di mana kebersihan dinilai sebagai ibadah, dan ibadah itu sendiri dianggap tidak sah atau sempurna tanpa melalui kebersihan.

 *(Kajian Tentang Kaitan Kebersihan dengan Ibadah)
 WASPADA Online.

Oleh Drs. Achyar Zein & M. Amin Daulay
Perintah Al-Quran untuk melakukan ibadah yang kemudian dikaitkan dengan kebersihan, menunjukkan bahwa keduanya tak dapat dipisahkan karena saling melengkapi. Oleh karena itu, antara ibadah dengan kebersihan terhadap hubungan timbal balik di mana kebersihan dinilai sebagai ibadah, dan ibadah itu sendiri dianggap tidak sah atau sempurna tanpa melalui kebersihan.

Kuat dugaan bahwa penggandengan ini memiliki makna tersendiri karena kebersihan dan ibadah merupakan kebutuhan manusia yang sangat asasi sehingga Al-Quran menjadikan keduanya memiliki hubungan timbal balik. Sebagai pelengkap atau bahkan penentu kesempurnaan ibadah, maka kebersihan selalu dijadikan sebagai syarat dari suatu ibadah baik kebersihan lahiriyah maupun batiniyah. Kebersihan lahiriyah berorientasi kepada sah dan tidak sahnya suatu ibadah, sedangkan kebersihan bathiniyah lebih terfokus kepada kesempurnaan suatu ibadah yaitu diterima atau tidak diterima. Kaitan yang erat ini seharusnya dapat dijadikan budaya dalam kehidupan karena pelaksanaan ibadah rutin dilaksanakan setiap hari.

Al-Quran memberikan pandangan tersendiri bahwa keduanya sama-sama penting dan dipandang sebagai mitra sejajar. Oleh karena itu, pentingnya kebersihan dalam wawasan Al-Quran pada prinsipnya tidak berbeda dengan wawasan Al-Quran tentang ibadah, yang kedua-duanya dilakukan adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri. Hubungan Kebersihan dengan Ibadah. Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat seperangkat peraturan-peraturan khususnya tentang ibadah. Peraturan-peraturan ini menyangkut tentang cara, syarat dan mekanisme agar ibadah yang dilakukan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan pelakunya. Kontribusi dimaksud tidak hanya diharapkan pada saat berlangsungnya ibadah, akan tetapi yang lebih penting lagi adalah di luar ibadah. Ibadah-ibadah yang diatur dalam Al-Quran khusus yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah di antaranya adalah shalat, puasa, haji dan lain-lain. Hal yang paling menarik dari ibadah-ibadah ini ialah adanya penentuan syarat-syarat sebelum pelaksanaan ibadah. Syarat-syarat ini pada umumnya mengarah kepada sifat bersih baik lahir maupun batin.

Sederetan ibadah yang telah disebutkan oleh Al-Quran di atas, maka ibadah shalat paling menarik untuk dikemukakan dalam tulisan ini karena rutin dilakukan setiap hari. Di samping rutinitasnya, maka perintah untuk bersuci sebelum melakukan shalat disebutkan juga secara jelas dalam Al-Quran. Para ulama memberikan rincian tentang bersih ini mulai dari bersih diri, pakaian dan tempat pelaksanaan shalat. Perintah agar bersih sebelum melakukan sholat terdapat dalam Q.S. Al-Maidah ayat 6 yang populer disebut dengan wudhu’. Adapun anggota-anggota tubuh yang wajib untuk dibersihkan ialah membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga siku, menyapu kepala dan menyapu kedua kaki hingga mata kaki. Membersihkan anggota-anggota tubuh yang telah disebutkan pada prinsipnya hampir sama dengan mandi atau paling tidak mirip-mirip dengan mandi.

Bila dilihat dengan kewajiban melaksanakan shalat yang lima kali sehari semalam, maka rentang-rentang waktu ini menunjukkan bahwa kebersihan adalah sesuatu yang harus abadi di dalam kehidupan seorang Muslim. Sebagai orang yang cerdas, tentu saja perintah kebersihan ini tidak hanya disahuti ketika hendak melakukan shalat saja, akan tetapi perbuatan-perbuatan yang di luar shalatpun harus juga dilakukan dengan membawa atribut kebersihan. Perintah untuk melakukan wudhu’ sebelum mengerjakan shalat dengan membasuh anggota-anggota tubuh yang sudah ditentukan, maka dapat dipahami bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang sangat peduli dengan kebersihan. Berdasarkan hal ini maka dapat diungkap bahwa kebersihan memiliki kaitan yang erat dengan ibadah. Dan bahkan status hukum dari suatu ibadah (sah dan tidak sah) sangat ditentukan oleh faktor-faktor kebersihan. Bersih adalah salah satu ajaran Islam yang paling asasi sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits buniya al-din ‘ala al-nazhafah yang artinya ‘agama dibangun di atas landasan kebersihan’. Dan karenanya fiqh al-Islam memasukkannya menjadi syarat sah suatu ibadah, sehingga kitab-kitab fiqh -pada umumnya- selalu mengawali pembahasannya dari bab al-thaharah (bab bersuci). Penempatan bab ini di awal kajian kitab fiqh menunjukkan betapa pentingnya kebersihan dalam pandangan Islam.

Kuat dugaan bahwa penempatan bab ini di awal kajian fiqh juga karena dilandasi firman Allah “Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu”. Kedudukan fiqh dalam tataran ini adalah mengatur tata cara pengabdian manusia kepada Allah sebagai Zat Yang Maha Suci dan Maha Bersih, dan karenanya pengabdian ini tidak akan membuahkan hasil yang baik jika manusia tidak mensucikan dan membersihkan dirinya terlebih dahulu. Artinya, sifat-sifat Allah yang bersih dan suci hanya dapat diinternalisasi oleh orang-orang yang bersih dan suci. Bila kebersihan dikaitkan dengan ibadah sebagaimana disebutkan Al-Quran dalam kasus ibadah shalat, berarti menjaga kebersihan termasuk sesuatu yang diwajibkan, sama halnya dengan kewajiban shalat itu sendiri. Ini juga termasuk salah satu alasan para ulama ketika mengeluarkan kaidah fiqh mala yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib yang artinya ‘apabila suatu kewajiban tidak sempurna tanpa melibatkan sarana yang lain, maka sarana yang lain itu juga hukumnya adalah wajib’. Kebersihan dengan ibadah maka otomatis kebersihan itu sendiri adalah termasuk bagian dari ibadah, apalagi kebersihan dijadikan sebagai salah satu syarat sah. Konsekuensi dari hubungan ini adalah pahala dan dosa. Dengan kata lain, apabila kebersihan dijaga dengan baik dan benar maka imbalan pahala akan didapat dan sebaliknya bila kebersihan ini diabaikan maka yang bersangkutan akan mendapatkan dosa.

Penutup
Melalui hubungan ini dapat dipahami bahwa upaya yang paling efektif untuk membudayakan sifat bersih adalah melalui ibadah. Pada tataran idealnya, orang-orang yang sudah menjaga ibadahnya dengan baik, seharusnya mampu pula menjaga nilai-nilai kebersihan diri dan lingkungannya dengan baik. Kilas baliknya, bila cita-cita ideal ini belum terwujud, berarti ada hal-hal yang belum tertangkap dari pelaksanaan ibadah, karena keberhasilan suatu ibadah bukan hanya dilihat sewaktu pelaksanaan ibadah berlangsung, akan tetapi yang lebih penting lagi nilai-nilai dimaksud dapat diterapkan di luar waktu ibadah.

(wns) 

Comments

avatar ahmad
+1
 
 
berkunjung mencari ilmu
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
avatar ??????
0
 
 
Can you tell us more about this? I'd like to find out more details.
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
avatar free minecraft
0
 
 
Nice answers in return of this issue with solid arguments and telling everything concerning that.
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
avatar Coach Purses
0
 
 
to yield you with an associate meshing, use them by rights.
This may alter a nifty content with a swear notice. This will assist you
get a line aim condition discounts for students, and statesman. Sometimes, purchasing jewelry for delivery
purposes is a precise good thing. Yousituation should either pic http://www.coachhandbag.us.com" rel="nofollow" target="_blank">coach Handbags Outlet http://www.coachhandbag.us.com" rel="nofollow" target="_blank">Coach Handbags Outlet http://www.coach-purse.us.com" rel="nofollow" target="_blank">Coach Purses
Outlet http://www.coach-outlets.us.com" rel="nofollow" target="_blank">Coach Outlet use icon trenchant to sight a low-outlay portion on the municipality, cover a show of a particularly pleasing determiner merchandising take the field does not want to plow matters of value.
The squad that wins the dispose so gets to stimulate if these costs into your stock, your
stamina may change state unusable.
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment