|
AUSTIN ANTARIKSA
 JAKARTA - Juara bertahan Satria Muda Britama Jakarta siap melawan Nuvo CLS Knights Surabaya pada babak playoff yang akan berlangsung di GOR C'tra Arena, Bandung, pekan depan.
CLS maju ke Final Four setelah mengalahkan Pelita Jaya Esia dengan skor tipis 62-60. "CLS memang tim yang tak bisa dianggap enteng, mereka merupakan tim masa depan. Tapi kami tak pernah gentar," ujar Pelatih SM Fictor Roring.
Ditambahkan, CLS bisa menjadi sandungan tim-tim lain setelah mengubah manajemen baru yang merupakan penggabungan antara klub CLS dengan klub Knights yang sebelumnya sempat malang melintang di liga basket mahasiswa (Libama).
Selain mempunyai manajemen profesional, keberhasilannya juga ditopang dengan kerjasamanya dengan media. "Kalau ingin maju, tim-tim lain juga harus menirunya," tambah Roring.
Seusai penggabungan CLS dengan klub lain, banyak klub di IBL yang meniru. Di antaranya Indonesia Muda gabung dengan klub Kobatama Muba Hangtuah, Bhinneka Solo dengan Stadium Jakarta. Namun penggabungan kedua klub beda dengan CLS. Bhineka dan IM merger dibarengi hengkangnya pemain-pemain top. Sedangkan CLS pemain bintangnya masih tetap bertahan.
Menghadapi CLS, lanjut pelatih nasional tersebut, pihaknya tetap menggunakan standar permainannya yang memang sudah baku. Rony Gunawan, Amin Prihantono, Youbel Sondakh, Faisal J Achmad dan Christian Ronaldo Sitepu masih menjadi starting five. Sedangkan pemain lainnya akan dijadikan cadangan yang akan dipasang sewaktu-waktu.
"Yang jelas, kita tak akan menganggapnya remeh walau mungkin diatas kertas, kita yang menang," katanya lagi. (dat05/ann)
|
Comments