Tuesday, 14 August 2007 04:15    PDF Print E-mail
Meutia Hatta Swasono: Banyak Tayangan Televisi, Tidak Memberikan Manfaat Bagi Anak
Ragam
Tayangan televisi masih jauh dari kepentingan pendidikan bagi anak. Terutama cerita yang ditampilkan dalam adegan sinetron karena tidak diimbangi dengan kuwalitas cerita dan akting yang memadai.

WASPADA Online

Tayangan televisi masih jauh dari kepentingan pendidikan bagi anak. Terutama cerita yang ditampilkan dalam adegan sinetron karena tidak diimbangi dengan kuwalitas cerita dan akting yang memadai.

Bahkan yang lebih memprihatinkan, hampir semua tayangan sinteron anak-anak dan remaja dibumbui dengan berbagai adegan kekerasan, mulai dari sikap yang sinis hingga gambaran penyiksaan fisik yang vulgar.
Hal itu yang membuat 'gerah' Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) Mutia Hatta Swasono.

Banyak anak-anak remaja yang terlibat dalam sinetron yang justru tidak bermanfaat bagi teman-teman sebayanya.
"Maaf saja, wajah mereka cantik-cantik (pemain sinetron), tapi isinya(otaknya, red) amburadul. Bila saya melihat acaranya selalu buruk, pindah saluran ternyata yang lain juga jelek, sampah semua.

Padahal sinetron remaja itu seharusnya penuh pesan moral, kan?" kata Meutia yang berharap agar media massa ikut berperan dalam memberikan siaran yang bermutu.

Ia mengamati banyak acara menampilkan sosok anak muda dan pelajar tetapi tidak di dalam bingkai sosok pelajar yang seharusnya dan ceritanya tidak mendidik. Namun Meutia mengaku tidak pernah menonton lama karena baru beberapa menit sudah menilainya jelek sehingga tidak melanjutkan menonton.

"Bangsa ini akan dihancurkan dengan tayangan seperti ini," katanya.
Meutia mengharapkan ada acara yang mendidik contohnya dengan mengangkat kisah-kisah aktivitas anak-anak yang berprestasi itu bukan hanya dalam film dokumenter, melainkan juga dikemas menjadi cerita yang menarik dan dapat memotivasi kaum muda untuk berprestasi.

"Setidaknya saya sudah mengenal tiga pemimpin muda masing-masing dalam tiga tahun, jumlahnya ada sembilan. Belum lagi anak-anak lain yang belum mendapat kesempatan untuk meraih penghargaan," katanya.

Meneg PP menyatakan saat ini masih banyak masalah yang dihadapi oleh anak-anak, misalnya mereka yang didiskriminasi, dieksploitasi, menjadi korban kekerasan dan buliying atau mengalami" penyiksaan" juga mereka yang tidak mau sekolah karena sudah keenakan bekerja dan mendapat upah.

Kasus anak-anak yang tidak mau bersekolah karena sudah bekerja tersebut ditemui dalam kunjungan kerja Meneg PP ke Bangka Belitung beberapa waktu lalu .

Meutia pada waktu itu berpesan agar anak-anak pekerja itu dimotivasi untuk kembali ke bangku sekolah dan melihat kepentingan masa depan,bukan sekedar kepentingan sesaat dengan sudah merasa puas mempunyai upah.

Mencontoh Yang Berprestasi

Harapan Meutia soal tayangan yang bermutu bagi anak-anak diungkapkannya saat menerima tiga remaja peraih penghargaan Pemimpin Muda Indonesia, yakni Kadek Rodoi Rahayu (16) pelajar SMAN 1 Gianyar, Bali; Asep Ramdhani (16) pelajar SMKN 7 Bandung, dan Joko Sukamto (16) pelajar SMAN 1 Cepego, Boyolali, Jawa Timur, belum lama ini di Jakarta. Ketiga remaja peraih penghargaan itu mendatangi Meutia Hatta ditemani Duta lembaga anak dunia, UNICEF, yang juga artis ternama, Christine Hakim.

"Prestasi mereka sangat bagus dan apabila bisa diketahui oleh lebih banyak orang diharapkan dapat memotivasi kaum muda lainnya untuk mengembangkan potensinya dan memberikan hak anak, memberikan rasa aman pada anak," kata Meutia Hatta.

Meutia beranggapan, jika kisah-kisah aktivitas anak-anak tersebut dapat dipublikasikan, maka hal itu akan sangat menarik dan mendidik, ketimbang isi cerita sinetron yang sekarang banyak tampil di seluruh stasiun televisi.

"Prestasi mereka sangat bagus dan apabila bisa diketahui oleh lebih banyak orang diharapkan dapat memotivasi kaum muda lainnya untuk mengem-bangkan potensinya dan memberikan hak anak, memberikan rasa aman pada anak," kata Meutia Hatta. 

Hal yang sama ditegas-kan Christine Hakim. menurutnya sudah bukan rahasia lagi jika industri sinetron remaja saat ini sudah sangat jauh dari kaidah-kaidah pendidikan moral yang pantas ditonton anak-anak dan remaja. Bahkan berbagai adegan kekerasan seperti sudah menjadi kelakuan sehari-hari dalam sinteron yang belakangan marak. (dian W)

Comments

avatar tutik
0
 
 
jaman sekarang tayangan televisi berlomba-lomba menampilkan adegan penyiksaan!!! sangat tidak bagus untuk tontonan anak-anak!!!mengapa jarang yang menampilkan program pendidikan....kalau seperti ini terus-terusan, mw jadi apa penerus kita?????
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Cancel
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment