WASPADA ONLINE
BANDA ACEH – Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Muhammad Nazar, mengatakan, tidak benar Aceh berada pada peringkat enam daerah termiskin di Indonesia, seperti data yang dilansir Bank Indonesia cabang Aceh.
“Data yang disuguhkan Bank Indonesia cabang Banda Aceh itu tidak valid, dan tak sesuai realita. Sebab, jika dilihat yang sebenarnya, angka kemiskinan di Aceh tidak seperti itu,” katanya, tadi malam.
Menurutnya, data yang dikutip Bank Indonesia cabang Banda Aceh dari rekapitulasi tahunan Badan Pusat Statistik diambil berdasarkan indikator jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Saat itu banyak orang Aceh mengaku miskin agar terdata untuk mendapatkan BLT. Yang mampu, mengaku tidak mampu agar bisa terima bantuan,” ungkapnya.
Dikatakan, pemerintah Aceh terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan membangun infrastruktur penunjang ekonomi, peningkatan mutu pendidikan dan menciptakan lapangan kerja dengan memberdayakan Usaha Kecil Menengah.
Begitupun, katanya, pihaknya tak mengalokasikan dana khusus untuk pengentasan kemiskinan dalam APBA 2010 dengan alasan pengentasan kemiskinan tanggungjawab semua dinas di jajaran Pemerintah Provinsi Aceh, karena dananya sudah dianggarkan dalam anggaran dinas. “Peruntukannya nanti juga untuk itu,” sebutnya.
Meski tidak menyebutkan jumlah dana yang dianggarkan masing-masing dinas di jajaran Pemprov Aceh, namun Nazar mengatakan. ”Pokoknya untuk pengentasan kemiskinan akan lebih banyak,” katanya. (dat02/wsp)
|
Comments