|
R FERDIAN ANDI R
Himbauan Pansus Century terkait penonaktifan Boediono-Sri Mulyani mengundang respons berbagai kalangan. Menkopolkam Djoko Suyanto yang menggaransi kehadiran Boediono.
Menurut Menkopolkam Djoko Suyanto, sebaiknya Pansus Century fokus pada proses penyelidikan kasus Century. “Kami memberikan garansi seperti itu, kenapa Pansus harus khawatir. Fokus saja pengusutan kemana aliran dananya, siapa yang berbuat, itu saja!” ujarnya kepada pers seusai pembukaan Konferensi Internasional Persaudaran Muslim Dunia di Jakarta, Sabtu (19/12). Berikut wawancara lengkapnya:
Bagaimana sebenarnya kondisi politik nasional pasca himbauan Pansus Century?
Pak SBY sudah merespons seperti itu ya kita ikuti. Kondisi politik nasional tidak panas.
Banyak tudingan, pernyataan SBY reaktif terkait himbauan Pansus Century agar Boediono dan Sri Mulyani nonaktif?
Tidak, tidak reaktif. Kalau ada Pansus menghimbau seperti itu, perlu diketahui, Pak Boed dan Sri Mulyani adalah bawahan SBY. Kalau ada himbauan seperti itu ya harus direspons, bukan reaktif.
Kalau misalnya saya mengeluarkan statement, kemudian ditanggapi orang, apa orang itu disebut reaktif juga? Jadi ini demokratisasi, kesetaraan menyampaikan pendapat. Jadi kalau misalnya ada yang berpendapat demikian dari Pansus, dan Sri Mulyani menyampaikan pendapatnya itu adalah kesetaraan menyampaikan pendapat. Jadi tidak ada reaktif. Tidak ada kata protes.
Bagaimana kondisi kabinet saat ini pasca himbauan dari Pansus Century?
Kabinet kemarin saya hubungi, ya harus kompak. Karena beliau berdua masih sanggup setiap saat untuk dipanggil, dan setiap saat untuk bekerja. Beliau berdua dipilih oleh rakyat untuk bekerja, bukan untuk tidak bekerja.
Himbauan mundur Boediono dan Sri Mulyani agar Pansus dapat berjalan efektif?
Kan belum dipanggil, belum diapa-apain. Kan yang baru dipanggil baru BPK dan PPATK, belum yang lain, masih banyak yang lain. Artinya masih belum bisa diambil kesimpulan siapa yang salah.
Artinya pemerintah siap menggaransi, Boediono dan Sri Mulyani siap untuk hadir di Pansus?
Kalau Presiden SBY sudah menyampaikan statement seperti itu, Menkopolkam memberikan garansi seperti itu, kenapa Pansus harus khawatir. Jadi Pansus bekerja sesuai penugasan yang diberikan, fokus saja pengusutan kemana aliran dananya, siapa yang berbuat itu saja, fokus di situ.
Artinya, sikap Pansus Century terlalu berlebihan dengan himbauan penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani?
Saya tidak bicara seperti itu.
Bagaimana dengan kekhawatiran menganggu pasar?
Itu dikhawatirkan, itu harus waspada apa yang terjadi ke depan. Himbauan itu harus dilihat aturannya, ada atau tidak aturannya, ada atau tidak asas manfaatnya dan mudaratnya.
Jadi pertama saya menganggap ada konflik pemerintah dan DPR, presiden menghargai kerja Pansus. Tetapi Pansus juga harus melihat kepentingan lain yang lebih besar. Jadi tidak perlu dikhawatirkan, Pak Boediono sudah menyatakan akan hadir di pansus. Setiap saat siap untuk hadir memberikan keterangan itu harus seimbang dari semua pihak yang komprehensif. Itu yang perlu dikerjakan Pansus Century.
Dalam pansus Century sebenarnya pendukung SBY-Boediono mendominasi, tetapi dalam kenyataannya hanya Partai Demokrat yang menolak himbauan agar Boediono dan Sri Mulyani mundur. Apakah koalisi SBY-Boediono tidak solid dan pecah?
Itu dinamika di lapangan. Tidak ada yang rapuh. Itu kan himbauan.
Bagaimana dengan pernyataan Staf Wapres yang menegaskan agar Pansus Century menghargai simbol negara terkait rencana pemanggilan Wapres Boediono, sehingga muncul kesan beliau enggan untuk datang?
Sekali lagi saya tidak ingin mengomentari kesan Pansus. Tidak ada simbol negara, tidak ada siapa. Pansus kan boleh memanggil siapapun terkait dengan masalah itu, kalau yang tidak terkait dengan masalah itu kan tidak bisa.
Boediono dan Sri Mulyani membantu pemerintahan adalah pilihan rakyat, rakyat mempercayai keduanya untuk bekerja, tapi Pansus menyuruh untuk tidak bekerja ini kan keliru. Rakyat meminta bekerja, Pansus meminta tidak bekerja.
Soal sinyalemen Ruhut Sitompul ada dua mantan menteri yang kecewa dengan Presiden SBY?
Jangan tanya saya. Laporan intelejen oleh BIN itu tidak disampaikan ke sembarang orang itu hanya ke presiden. (dat06/i)
|
Comments