Wednesday, 18 November 2009 14:39    PDF Print E-mail
Gusi berdarah berisiko pikun
Ragam
WASPADA ONLINE
 
Mereka yang mempunyai kebersihan gigi buruk dan mengalami peradangan gusi serta gusi berdarah, lebih berisiko menderita gangguan ingatan yang berkaitan dengan penyakit alzheimer (kepikunan) dan bentuk demensia lainnya. Hal ini merupakan hasil studi dilakukan para peneliti dari Columbia University di New York dan peneliti menyarankan menjaga kebersihan gigi untuk membantu menjaga ketajaman otak hingga usia lanjut.

Bagimana prosesnya? Menurut peneliti, kuman-kuman yang bersembunyi di dalam gusi akan merusak arteri."Dan kerusakan arteri telah dihubungkan dengan kepikunan." Selain itu, lanjut peneliti, kuman tersebut juga memicu peradangan, yang telah dikaitkan dengan gangguan otak termasuk alzheimer.

Menurut peneliti, semakin buruk kondisi gusi mereka, maka risiko mereka mengalami gangguan daya ingat juga semakin besar. Selain itu, terang peneliti, studi ini menambah bukti mengenai pentingnya menggosok gigi secara teratur, flossing, dan memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

Penelitian sebelumnya telah menyatakan kalau kuman-kuman dibalik penyakit gusi juga menjadi pemicu berbagai gangguan kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung, diabetes dan rendahnya jumlah sperma. Dan studi terbaru ini, terang peneliti, menemukan bukti kalau kuman-kuman tersebut juga bisa merusak kemampuan manusia untuk berpikir jernih.

Tes memori
Dalam studi yang dipublikasikan di the Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry ini, para peneliti melibatkan 2.300 partisipan laki-laki dan perempuan berusia 60 atau lebih. Para peneliti memeriksa kuman-kuman penyebab periodontitis (penyakit gusi kronis yang ditandai dengan gusi mundur sehingga gigi menjadi longgar). Selain itu, partisipan juga diminta menjalani serangkaian tes memori.

Hasil tes menunjukkan kalau 1/5 partisipan mengalami gangguan daya ingat. Partisipan dengan kesehatan gigi terburuk mengalami gangguan paling buruk. Laki-laki dan perempuan dengan jumlah kuman penyakit gusi tertinggi berisiko 3 kali lebih besar mengalami kesulitan mengingat 3 kata berturut-turut dibandingkan mereka dengan jumlah kuman terendah. Mereka juga cenderung 2 kali lebih besar gagal dalam tes memori berdasarkan mental arithmetic subtractions.

"Sejumlah besar bukti mendukung kemungkinan adanya kaitan antara buruknya kesehatan mulut dengan kepikunan," tutur peneliti, seperti dikutip situs dailymail.  
(red06/mp)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment