|
||||
| Setahun kasus penipuan mengendap di Polsekta Belawan |
| Warta |
|
RIDIN WASPADA ONLINE MEDAN - Meski kasusnya telah diadukan korbannya, Kamalia (32) warga Lorong Sukur Gudang Arang Belawan, ke Polsekta Medan Belawan, dengan tanda bukti lapor No. Pol: STPL/387/X/2009/Belawan KP3, yang diterima Briptu Misri Cardiansyah, tertanggal 28 Oktober 2009 lalu. Namun sampai saat ini kasus penipuan sebesar Rp 15 juta yang terjadi tahun 2008 lalu sepertinya tidak ditanggapi jajaran Polsekta Belawan. Buktinya, terlapor diketahui bernama Ramlah warga Jalan Taman Pahlawan, masih belum juga ditangkap pihak Polsekta Belawan, yang terkesan kebal hukum. Korban kepada Waspada Online, Senin (16/11) menceritakan, aksi penipuan yang dilakukan pelaku terjadi 04 April 2008 lalu. Kala itu korban menitipkan uang sebesar Rp 15 juta kepada pelaku dengan perjanjian di atas kwitansi bermaterai.”Uang itu akan dikembalikannya (Ramlah) 15 bulan kemudian, tepatnya Juli 2009,” tutur korban. Namun saat jatuh tempo kata korban, pelaku mulai susah di temui dan selalu menghilang. Ironisnya lagi kata korban, pelaku marah-marah, dan sering mengancam dirinya bila ditangih uang tersebut. Melihat tidak ada niat baik pelaku, maka korban terus mengadukan masalah tersebut ke Polsekta Belawan. Namun pihak kepolisian sepertinya tidak mau tahu dengan pengaduan tersebut. ”Sepertinya polisi malas menindaklanjuti pengaduan tersebu karena ada dugaan oknum di Polsekta Belawan menerima uang dari pelaku,” ujar korban. Karena itu korban meminta kepada pimpinan polri Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti, untuk menindak jajaran dibawahnya, yang nyata-nyata mengacuhkan pengaduan masyarakat. “Polisi itu kan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” jelasnya seraya mengatakan kalau kasusnya terkesan sengaja diendapkan pihak Polsekta Belawan. Oleh karena itu korban mendesak pihak KP3 Belawan, khususnya jajaran Polsekta Belawan, untuk menangkap pelaku,”Bila hal ini tidak ditindaklanjuti, saya akan mengadukannya ke Poldasu,” ancamnya. (dat07/wol-mdn) |




Comments