Saturday, 02 November 2013 09:03    PDF Print E-mail
Penyadapan Australia pada Indonesia lukai persahabatan
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Tindakan Pemerintah Australia melakukan penyadapan kepada Pemerintah Indonesia dinilai melukai persahabatan dengan Indonesia. Juru Bicara Kemlu Michael Tene menilai penyadapan ini merupakan suatu hal yang tidak bisa diterima.

"(Australia) kita minta klarifikasi tentang pemberitaan yang beredar selama ini, tentang adanya penggunaan fasilitas penyadapan komunikasi di Kedutaan Besar Australia (di Jakarta)," ujar Tene di Jakarta, tadi malam.

join_facebookjoin_twitter

"Sikap Indonesia jika memang benar ada fasilitas tersebut, ini merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh Indonesia," ditegaskannya.

"(Australia sudah) bertentangan dengan semangat hubungan baik antar negara dan bertentangan dengan etika diplomasi," ditambahkanya.

Merebaknya berita penyadapan pembicaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibuka pertama kali oleh media Negeri Kanguru, Sydney Morning Herald. Selain Indonesia, negara Asia Tenggara lain yakni Malaysia dan Filipina ikut menjadi korban dari Australia.

Duta Besar Indonesia untuk Australia, Greg Moriarty pagi ini telah dipanggil kemlu untuk diminta kejelasan. Menemui Sekretaris Jenderal Kemlu Budi Bowo Laksono. Moriarty yang cukup fasih berbahasa Indonesia, tidak mau banyak berkomentar ketika ditodong wartawan sehabis pertemuan singkatnya.

Sementara pihak Kedubes Australia membenarkan kedatangan Dubes Moriarty ke Kemlu untuk memberikan keterangan mengenai laporan penyadapan.

“Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty hari ini dipanggil untuk menghadiri pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI untuk membahas keprihatinan Indonesia mengenai laporan media tentang kegiatan intelijen Australia," jelas pernyataan pihak Kedubes Australia dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, tadi malam.

Pihak Kedubes Australia menambahkan, Dubes Moriarty menyimak dengan baik masalah yang diutarakan dan akan memberikan laporan ke Pemerintah Australia. Namun hingga kini, Moriarty belum bisa memberikan tanggapan detail mengenai dugaan penyadapan itu.

Yang tak kalah heboh, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan juga mempunyai fasilitas penyadapan. Alat penyadapan ini tersebar di seluruh kedutaan besarnya baik di Asia Timur maupun di AsiaTenggara. Untuk Asia Tenggara, termasuk dimiliki Kedubes AS di Jakarta.

Informasi ini pertama kali diungkapkan mantan agen intelejen AS yang kini menjadi seorang whistleblower, Edward Snowden. Dia membeberkan ini melalui surat kabar Australia Sydney Morning Herald. Surat kabar itu terbit pada Selasa (29/10) lalu.
(dat06/okz/inilah)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment