Tuesday, 22 October 2013 21:59    PDF Print E-mail
Semangat sumpah pemuda
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Pemuda harus menjadi agen perubahan bangsa. Kegagalan peran pemuda, merupakan kemunduran peradaban suatu bangsa.

"Peningkatan peran pemuda itu memang butuh perhatian pemerintah. Dan memang kewajiban pemerintahlah mendukung upaya pemuda tersebut,"kata anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Adang Ruchiatna menyambut Peringatan Sumpah Pemuda ke-85 tahun ini.

join_facebookjoin_twitter

Dia meminta, pemuda  harus dilibatkan pada semua lini kehidupan. Mulai politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan.
"Jika tidak ada keterlibatan itu, maka tidak muncul perubahan yang diharapkan. Pemuda lah yang seharusnya diberikan peran luas," ungkapnya.

Analis  politik Dimas Oky Nugroho menyayangkan posisi pemuda dalam lajunya ekonomi global hanya sebatas konsumen. Bukan menempatkan pada pelaku ekonomi global. "Dari sisi inilah pemuda menjadi lemah. Tidak mampu mengendalikan pengaruh luar," ujar singkatnya.

Sedangkan Sosiolog Universitas Indonesia  Thamrin Amal Tamagola mengatakan, pemimpin dari generasi muda perlu menunjukkan kemampuan melalui lembaga-lembaga di luar lembaga yang telah dikuasai generasi tua, kata.

"Misalnya di dunia bisnis, banyak anak muda yang berkiprah di dunia bisnis dengan usaha-usaha kecil. Jika mereka memimpin dan berhasil dalam lingkup kecil itu mereka bisa tunjukkan kemampuan mereka," katanya, hari ini.

Thamrin mengatakan proses pergantian kepemimpinan nasional dari generasi tua ke generasi muda terhambat karena generasi tua yang masih memimpin lembaga-lembaga formal cenderung bertahan dan enggan mundur dari posisi mereka. "Jadi, generasi tua itu menghalangi proses itu. Di lembaga tingkat negara dan partai politik, pemimpinnya yang senior dan formal terlalu menguasi lembaga itu," kata Thamrin.

Guru Besar UI itu mengatakan kepemimpinan generasi muda sebagai reaktualisasi Sumpah Pemuda dapat dilakukan secara alamiah atau berjenjang baik melalui pendidikan formal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun pendidikan informal berupa organisasi-organisasi kemasyarakatan.

“Para pendiri bangsa Indonesia, kepemimpinan mereka digodok dari ranting-ranting organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, organisasi Katolik, organisasi Protestan, dan sebagainya hingga beranjak ke tingkat cabang," kata Thamrin.

Para pemimpin nasional saat ini yang merupakan generasi tua, lanjut Thamrin, justru menghalangi proses pengkaderan secara alamiah dan berjenjang sebagaimana dicontohkan para tokoh-tokoh dan pendiri bangsa.

Lemhannas menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dan kebangsaan kepada partai-partai politik peserta Pemilihan Umum 2014, terutama dalam sistem rekrutmen partai politik.

"Nilai-nilai Sumpah Pemuda sangat mempengaruhi sistem pendidikan dan rekrutmen yang ada di partai politik dan Lemhannas akan memberikan kontribusinya," kata Gubernur Lemhannas RI Budi Susilo Soepandji selepas pembukaan seminar.
(dat03/antara/oke)



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment