Tuesday, 08 October 2013 15:09    PDF Print E-mail
Tunggakan Rp8 M, Jamkesmas di Sumsel dihentikan
Warta
WASPADA ONLINE

PALEMBANG - Seluruh Rumah Sakit Muhammaddiyah secara serentak menghentikan pasien pengguna Jaminan Sosial Kesehatan Masyarakat di 15 kabupaten/kota Sumatera Selatan, sejak Senin 7 Oktober 2013. Kelimabelas kabupaten/kota itu Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, kabupaten Ogan ilir, Ogan Komering Ilir (Oki), Oku Timur, Lahat, Oku Induk, Oku Selatan, Prabumulih, Musi Rawas, Empat Lawang, Pagaralam, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Lubuk Linggau.

Penghentian pasien pengguna jaminan yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumsel tersebut karena sejak 3 tahun terakhir terjadi penunggakan tagihan. Tercatat, tunggakan itu hingga lebih dari Rp8 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Muhammaddiyah Palembang, Kholil Aziz mengatakan terpaksa menyetop seluruh pasien pengguna Jamkesmas karena hingga sekarang belum ada pembayaran dari Pemprov Sumsel.

"Senin ini ada 66 pasien pengguna Jamkesmas yang kami tolak. Terpaksa kami lakukan karena biaya pengobatannya sudah tidak bisa kami talangi lagi," kata Abdul Aziz, hari ini.

Selain Abdul Aziz, penghentian pasien Jamkesmas ini hanya diberlakukan bagi pasien baru. Sedangkan pasien yang datang pada 6 Oktober atau sebelumnya tetap dirawat hingga sehat. "Semua kami stop sampai ada titik terang pembayaran dari Pemprov," katanya.

Khusus untuk Palembang, Aziz mengatakan, tunggakan mencapai Rp5 miliar. "Ini yang paling besar," katanya.
Aziz mengatakan, apabila tidak ada tindak lanjut dari pemprov Sumsel, seluruh karyawan di rumah sakit terancam tidak menerima gaji Oktober ini.

"Kami memiliki 450 karyawan dan 9 dokter tetap," katanya. "Dalam satu bulan kami mengeluarkan biaya Rp1-2 miliar."
(dat19/viva)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment