Thursday, 03 October 2013 06:22    PDF Print E-mail
RI harus perjuangankan CPO di APEC
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Siswono Yudohusodo menginginkan Indonesia tegas untuk memasukkan komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan karet ke dalam daftar produk ramah lingkungan di KTT APEC.

"Momentum APEC dan kondisi ekonomi Amerika Serikat yang loyo seharusnya membuat diplomasi Indonesia lebih percaya diri dalam menekan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk melonggarkan pasar mereka bagi CPO dan karet," kata Siswono Yudohusodo di Jakarta.

Ia memaparkan, keuntungan bagi Indonesia bila CPO dan karet dimasukkan ke dalam daftar produk ramah lingkungan antara lain membuat Indonesia mendapat pengurangan beban tarif.

Apalagi, ujar dia, Indonesia saat ini menjadi tuan rumah APEC dan Indonesia juga merupakan Negara terbesar yang memproduksi kelapa sawit sejak lima tahun terakhir.

Siswono mengingatkan bahwa terdapat banyak investor di bidang komoditas CPO tersebut juga banyak yang berasal dari Amerika dan Eropa. "Sepatutnya CPO mendapat pelonggaran," ujarnya.

Ia berpendapat, Indonesia kerap tidak percaya diri meskipun telah menjadi negara terbesar yang memproduksi kelapa sawit sejak lima tahun terakhir dan mengungguli Malaysia untuk produksi minyak sawit mentah atau CPO.

Sebagaimana diketahui, produksi CPO Indonesia mencapai 25 juta ton per tahun sementara Malaysia baru 18,9 juta ton.

Sebagaimana diberitakan, Minyak kelapa sawit (CPO) dan karet gagal masuk daftar produk ramah lingkungan atau "Enviromental Good List" (EG List) dalam Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment