Friday, 27 September 2013 09:12    PDF Print E-mail
Korupsi DAK Disdik Medan ditelisik
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN – Penyidik korupsi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mulai menelisik  dugaan kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012 Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.

Tahap awal untuk membongkar koruosi tersebut, penyidik telah memeriksa 10 pejabat Disdik Medan.

join_facebookjoin_twitter

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Chandra Purnama, pihaknya sedang melakukan tahap penyelidikan dugaan kasus korupsi Disdik Medan.

"Kasus yang kami selidiki adalah adanya dugaan penyimpangan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012, dengan modus mark-up dalam pembangunan sejumlah sekolah di Medan," kata Candra di Medan, hari ini.

Dikatakan, pihaknya belum bisa membeberkan lebih jauh terkait kasus korupsi ini, namun diakui Candra, 10 orang petinggi di Disdik Kota Medan telah diperiksa sebagai saksi.

“Kasus ini di dalami penyidik, berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan ke Kejati Sumut baru-baru ini,” pungkas Candra.

Sebelumnya kasus dugaan korupsi di Disdik Medan ini telah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Namun kasusnya seperti di 'peti es-kan.'

Dari data Waspada Online, Kejari pernah memeriksa mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Rajab Lubis terkait dugaan korupsi mega proyek 40 paket senilai Rp27 miliar bersama sekretarisnya, Murgap Harahap.

Kendati demikian, komitmen Kejari memeriksa kedua pejabat Disdik tersebut juga dipertanyakan. Karena sampai saat ini Kejari sangat lamban bertindak dan menetapkan Rajab dan Murgap sebagai tersangka.

Analis Hukum Nuriyono berpendapat, sepanjang pemeriksaan itu berjalan, Kejari harus bertanggungjawab kepada publik. Jangan pemeriksaan itu ada upaya untuk menghapuskan penyidikan terhadap kasus tersebut.

"Saya pikir, temuan-temuan yang didapat dari proses pemeriksaan tersebut, bagaimana Kejari menindaklanjuti hasil ekspos yang disampaikan kepada publik," ujar Nuriyono.

Kejari, menurut Nuriyono, harus beersikap tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam dugaan korupsi mega proyek Disdik. Jika kasus tersebut diperlambat pemeriksaannya, reputasi Kejari akan semakin buruk di mata masyarakat."Kita minta Kejari untuk segera bertindak. Jika lamban, maka komitmen kejaksaan dalam pemberantasan korupsi akan dipertanyakan. Kejari harus mengintensifkan pengawasan, jangan sampai perkara ini dihentikan," tandas Nuriyono.

Pasalnya, hampir kebanyakan kasus korupsi yang sudah ditangani pihak kejaksaan berjalan di tempat, hingga para tersangka terlepas dari jeratan hukum. Karena permainan seperti ini sangat melecehkan hukum.

Ketika hal tersebut dipertanyakan kepada Intel Kejari Medan, Fachrizal membantah tidak ada pemeriksaan dilakukan terhadap Rajab Lubis maupun Murgap Harahap terkait perkara tersebut.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/wol)


WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment