Friday, 13 September 2013 19:10    PDF Print E-mail
Kejati: Penetapan penahanan Zulkifli belum keluar
Warta
HENDRO KOTO
WASPADA ONLINE


BANDA ACEH - Zulkifli Saidi alias Zul Namploh mantan Sekretaris dinas Pendidikan Aceh, yang divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan tipikor Banda Aceh, telah dikeluarkan dari rumah tahanan.

Keluarnya Zulkifli Saidi alias Zul Namploh dari rutan menjadi tanya-tanya banyak pihak terkait dengan belum selesainya masa tahanan yang bersangkutan, usai divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Informasi bebasnya Zulkifli Saidi terdakwa kasus pembangunan proyek pembangunan rumah dinas guru terpencil di 18 kabupaten dan kota ini diperoleh Waspada Online, dari seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Banda Aceh, TM Syahrizal melalui Kasi Penerangan Hukum, Amir Hamzah kepada Waspada Online, menerangkan, terdakwa Zulkifli Saidi bukan bebas, namun keluarnya beliau karena demi hukum.

"Terdakwa Zulkifli Saidi bukan bebas dari hukuman, tapi Ia dikeluarkan sementara demi hukum karena belum adanya putusan yang inkrah terkait dengan vonis terdakwa," katanya.

Ia menerangkan, terdakwa Zulkifli Saidi dalam persidangan telah divonis 3 tahun penjara, dan atas vonis tersebut pihak pengacara terdakwa mengajukan banding, dan pihak jaksa mengajukan kasasi atas putusan tersebut. "Nah persoalannya saat ini adalah, tidak ada penetapan penahanan atas terdakwa Zulkifli Saidi dari Mahkamah Agung (MA)," tukasnya.

Sehingga lanjut Amir Hamzah, terdakwa Zulkifli Saidi saat ditahan di rutan telah habis masa waktu penahanannya, dan statusnya tidak memiliki dasar hukum penahanan. "Pihak LP sendiri tidak memiliki dasar hukum penahanan, sehingga mereka tidak bisa menahan terdakwa lebih lama," ujarnya.

Karenanya, tegas Kajati, persoalan bebasnya terdakwa Zulkifli Saidi dari rutan bukan karena kelalaian jaksa, namun lebih disebabkan tidak adanya dasar penetapan penahanan dari MA.

"Namun jika hari atau besok surat penetapan penahanan dari MA keluar, maka hari ini juga kita jemput kembali dan kita jebloskan ke rutan," tegasnya.

Amir Hamzah juga mempersilahkan Waspada Online untuk dapat mempertanyakan akan menelusuri perihal surat penetapan dari MA itu ke Pengadilan Tinggi. "Mungkin bisa juga di cek ke PT," tandasnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment