Friday, 13 September 2013 08:04    PDF Print E-mail
16 sekolah dilatih MBS
Warta
HENDRO KOTO
WASPADA ONLINE


BANDA ACEH - Sejumlah 360 peserta dari 16 sekolah tingkat SMP dan MTsN dari wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, dilatih pembelajaran kontekstual dan manajemen berbasis sekolah (MBS).

Kegiatan yang secara resmi ditutup hari ini telah dilangsungkan sejak 27 Agustus 2013 yang lalu. Dalam kegiatan pelatihan ini, tia sekolah mengirimkan 15 guru mata pelajaran, yakni bahasa Indonesia, bahasa inggris, matematika, IPA dan IPS.

Selama kegiatan berlangsung, kelompok guru mata pelajara mendapatkan materi pembelajaran kontekstual selama 3 hari, plus pratek yang dilakukan di sekolah selama sehari.

Salah seorang kepala sekolah dari Aceh Besar yang turut serta memantau pelatihan gurunya, mengungkapkan apresiasi positif dengan adanya pelatihan peningkatan mutu guru tersebut.

“Pelatihan ini sangat signifikan dengan Kurikulum 2013, karena Kurikulum tersebut menerapkan pembelajaran yang kontekstual, walaupun sekolah kami tidak termasuk pilot Kurikulum 2013, tetapi sebagai sekolah unggul kami harus menerapkan Kurikulum 2013.

Maka dengan adanya pelatihan ini, guru-guru kami sudah mendapatkan gambaran jelas tentang penerapan Kurikulum 2013,” ungkap Iskandar, Kepala Sekolah SMPN 1 Suka Makmur, Aceh Besar.

Hal yang sama diungkapkan pula oleh Kepala Sekolah SMPN 7 Banda Aceh yang mendorong guru-gurunya untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh saat pelatihan ke sekolah, “Pembelajaran konstektual ini membuka wawasan guru dengan sistem pembelajaran yang diterapkan saat ini oleh Kurikulum 2013, sehingga mereka harus mampu menerapkannya di sekolah,” jelas Bustami.

Tiga hari terakhir, kegiatan yang difasilitasi oleh USAID PRIORITAS tersebut, dikhususkan untuk belajar kembali Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Yang menariknya, Komite Sekolah juga dilibatkan dalam pelatihan MBS tersebut.

Salah seorang Komite SMPN 1 Lhoong Aceh Besar sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut, walaupun harus melakukan perjalan sejauh setiap 45 KM setiap harinya, “Walaupun kami harus menempuh perjalanan jauh, tapi kami sangat berkeyakinan pelatihan ini mempunyai manfaat yang banyak. Kami bisa duduk bersama, kepala, guru dan pengawas untuk saling terbuka dan bekerja sama untuk kemajuan sekolah,” jelas M. Yusuf.

Komite juga berjanji akan meneruskan hasil pelatihan MBS kepada anggota Komite lainnya dan mengajak wali murid serta masyarakat untuk berperan aktif mendukung kemajuan sekolah.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment