Sunday, 25 August 2013 06:23    PDF Print E-mail
Diprotes, rencana inpres upah buruh
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Buruh menolak rencana pemerintah yang akan menerbitkan instruksi Presiden (Inpres) tentang upah buruh sebagai salah satu stimulus mengatasi menurunnya nilai rupiah.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pihaknya berharap agar Presiden SBY tidak terjebak dalam kebijakan upah murah yang dapat menurunkan daya beli masyarakat.

"Inpres ini dikhawatirkan berorientasi pada kebijakan upah murah yang mengakibatkan konsumsi domestik menjadi menurun sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi," ujar Said Iqbal, akhir pekan.

Buruh tentu memiliki alasan menolak karena dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2014 dengan tegas Presiden menyatakan Indonesia tetap menjadi negara tujuan utama investasi dunia dan berkomitmen menjaga kesejahteraan masyarakat serta kaum buruh.

"Indonesia sebagai negara "Middle Income",harus tetap menjaga daya beli masyarakat, dan Indonesia tidak lagi berorientasi pada kebijakan upah murah,"kata Iqbal.

Said menambahkan,jika kebijakan ini diterapkan maka kaum buruh Nasional akan kembali turun ke jalan secara serentak di seluruh Indonesia,seperti Jakarta, Bandung,Surabaya, Semarang dan diikuti daerah lainnya di Lampung, Manado, Makasar, Gorontalo, Aceh dan daerah lainnya.

"Kami akan melakukan Mogok Nasional pada Oktober/November melibatkan 4 juta buruh yang tergabung dalam KAJS dan KSPI. Aksi ini juga untuk tetap memperjuangkan kenaikan upah minimum 50 persen," kata Said.
(dat16/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment