Sunday, 18 August 2013 23:07    PDF Print E-mail
Vonis bebas Rahudman Harahap dilaporkan ke KY
Warta

AGUS UTAMA
WASPADA ONLINE


MEDAN) – Vonis bebas yang diterima Walikota Medan nonaktif Rahudman Harahap akan diadukan ke Komisi Yudisial (KY).

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Surya Adinata mengatakan, sudah mencium gelagat yang tidak baik di dalam persidangan Rahudman. Dimana Terdakwa (Rahudman) yang tidak pernah ditahan merupakan sebuah kejanggalan tersendiri. Serta saksi-saki yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tidak menjadi bahan pertimbangan majelis hakim.

join_facebookjoin_twitter

Surya Adinata menjelaskan, pihaknya berencana melaporkan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Medan yang telah memvonis bebas murni Rahudman Harahap.

Rahudman yang juga politisi Partai Demokrat itu divonis bebas murni Majelis Hakim Tipikor yang diketuai oleh Sugiyanto dan anggota SB Hutagalung dan Kemas Ahmad Jauhari, Kamis (15/8) lalu.

Surya Adinata menegaskan, akan melaporkan majelis hakim yang memutuskan perkara korupsi mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan itu.

“Kami akan melapor ke Komisi Yudisial, kami juga akan lapor kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memantau perkara ini agar benar-benar memenuhi rasa keadilan masyarakat. Kami juga akan menyurati Mahkamah Agung agar menunjuk hakim-hakim yang kredibilitasnya baik dan memohon agar trasparan dalam sidang,” terangnya.

Surya Adinata juga menilai, putusan majelis hakim terdapat banyak kejanggalan. Meskipun memang keputusan yang telah diambil oleh majelis hakim tetap harus dihormati semua pihak, tapi kejanggalan-kejanggalan yang ada harus tetap dilaporkan kepada pihak-pihak terkait.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai ada kejanggalan dalam vonis bebas terhadap Walikota Medan nonaktif, Rahudman Harahap. Bahkan ICW khawatir vonis bebas itu menjadi kontroversi.

Pegiat ICW Emerson Junto mengemukakan itu saat ditemui di Jakarta menanggapi putusan Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara yang membebaskan Rahudman.

ICW menilai hakim Tipikor Medan sudah tidak bisa memberikan efek jera terhadap koruptor karena vonis yang diberikan terlalu ringan. Malah Emerson menilai Pengadilan Tipikor Medan seperti bersahabat dengan para koruptor.

Editor: AUSTIN TUMENGKOL
(dat03/wol/libis)


WARTA KARTUN


 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment