Friday, 16 August 2013 14:02    PDF Print E-mail
SKK Migas berpotensi korupsi
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini baru saja ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan. Rudi diduga menerima suap dari PT Kernel Oil yang merupakan perusahaan minyak asal Singapura.

Menurut anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha, SKK Migas menjadi lembaga yang berpotensi korupsi karena merupakan pusat kebijakan yang membahas soal migas di Indonesia.
 
"Kalau terkumpul dan terpusat, maka power-nya potensial korupsi. Sebetulnya bisa diterjemahkan, kelembagaan ini juga terlalu super. Kalau super, kecenderungannya akan seperti itu," jelas Satya di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.
 
Satya menambahkan, Komisi VII akan membagi kewenangan yang kini dipegang SKK dan Dirjen Migas. Sebab, SKK Migas di bawah kendali pemerintah dan ini bisa diintervensi kapan saja.
 
"SKK Migas tetap kita pertahankan, tapi kewenangan bisa dibagi agar tak ada pemusatan. Pemerintah juga harus mengambil sikap," katanya.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengungkapkan, jabatan seorang Kepala SKK Migas memiliki kewenangan serta kekuasaan yang luar biasa untuk mengatur sektor minyak dan gas dalam negeri.
 
Karena kekuasaan yang besar dan rawan terjadinya praktik korupsi, Pramono mendorong harus dibentuknya pengawasan internal kepada SKK Migas. Pengawasan oleh Menteri ESDM sebagai Ketua Tim SKK Migas serta DPR dinilai tidak cukup.
(dat19/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment