Thursday, 25 July 2013 14:23    PDF Print E-mail
Brimob vs Sabhara, Kapolri: Ada sanksi
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengaku belum mengetahui peristiwa penyerangan yang dilakukan puluhan anggota Brigade Mobil (Brimob) Srondol Polda Jawa Tengah ke Markas Komando (Mako) Direktorat Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Jawa Tengah, di Jalan RM Hadi Subeno, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

"Apa itu? Kenapa bentrok?" tanya Kapolri saat ditanya peristiwa tersebut, di kantor Presiden, Jakarta, hari ini.

Akan tetapi, dia menyerahkan kepada Kapolda setempat untuk menyelesaikan masalah demikian. "Intinya itu kan diselesaikan Kapolda," katanya.

Dan yang pasti, kata dia, ada sanksi bagi jajarannya yang melakukan tindakan melanggar hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok antar polisi terjadi di Semarang. Puluhan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Tengah (Jateng) menyerang asrama Perintis Direktorat Sabhara Polda Jateng, di Bukit Semarang Baru (BSB), Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Informasi menyebutkan, insiden terjadi Rabu 24 Juli 2013 sekira pukul 23.00 WIB. Sekira 15 sampai 20 orang anggota Brimob menyerang dengan aneka senjata tajam. Informasi yang didapat, bentrokan terjadi kesalahpahaman akibat Short Message Service (SMS).

Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Dwi Priyatno bersama pejabat utama langsung menuju lokasi kejadian.

"Hanya miss komunikasi penyebabnya. Pelaku sudah diapelkan di Markas Brimob. Beberapa luka lecet, ada yang pukulan tangan, ada yang terkena lemparan kursi, saya masih di lokasi," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/7/2013).
(dat19/sindo)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment