Monday, 22 July 2013 19:16    PDF Print E-mail
Airport tax Kuala Namu mahal?
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Bandara Kuala Namu, Medan bisa menjadi bandara yang mempunyai tarif Passenger Service Charge (PSC) atau Airport Tax termahal di Indonesia. Angkasa Pura II sebagai pengelola, mengusulkan pengenaan airport tax sebesar Rp 100.000.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan menjelaskan, usulan kenaikan airport tax bisa dilakukan karena ada fasilitas lebih untuk calon penumpang. Salah satu contohnya adalah tersedianya ruangan yang lebih besar.

join_facebookjoin_twitter

"Airport tax paling tinggi ya dari usulannya itu, ini paling mahal karena memang bandara paling bagus. Tapi belum tahu nanti Ngurah Rai berapa. Jadi kita bisa lihat nanti," ucap Bambang di Kementerian Perhubungan, Jakarta, hari ini.

Tingginya airport tax dinilai wajar selama berbanding lurus dengan perawatan bandara dan kualitas pelayanan untuk penumpang. "Adanya pelayanan dulu baru menetapkan PSC. Dari situ yang akan dihitung. Pelayanan ini juga akan dipantau. Misalnya kalau toilet tidak ada airnya bisa penalty bisa diturunkan. itu PSC. Tapi untuk usulan AP II kita masih bahas," tutupnya.

Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, hari ini, mengungkapkan, operasional bandara internasional dengan call sign KNO terhitung sejak 25 Juli 2013 pukul 00.01 WIB, sesuai dengan aturan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 41 Tahun 1995 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Kualanamu sebagai pengganti Bandar Udara Polonia-Medan.

Bandara yang berlokasi di lahan seluas 1.365 hektare ini sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp5,8 triliun dan dengan waktu pengerjaan selama enam tahun. Dana investasi berasal dari kerja sama Kementerian Perhubungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3,3 triliun, sedangkan PT Angkasa Pura II Rp2,5 triliun, dengan porsi pembiayaan 59:41.

Anggaran kementerian yang lebih besar itu digunakan untuk pembangunan, seperti persiapan tanah, pekerjaan runway, taxiway, apron, pembangunan gedung pemerintahan, pekerjaan navigasi hingga pembangunan bangunan operasional. Mulai Juni 2013, progres pelaksanaan ini, untuk sektor publik, telah mencapai 100 persen.

Bandara yang terletak di Pulau Andalas ini, memiliki panjang landasan (runway) seluas 3.750x60 meter dan mampu didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing B747-400 dan mampu menampung pesawat sekelas Airbus. Selain itu, dengan luas terminal penumpang sebesar 118.930 meter persegi ini, Bandar Udara Kualanamu mampu menampung delapan juta penumpang per tahun.

Dengan pengoperasian bandara ini, diharapkan bandara ini menjadi motor ekonomi bagi daerah sekitarnya dan Sumatera Utara. Selain itu, Dirjen Perhubungan Udara juga mengharapkan dukungan pemerintah provinsi setempat dalam hal penyediaan areal untuk pengembangan bandar udara ke depannya.
(dat03/merdeka/viva)



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment