Thursday, 18 July 2013 19:23    PDF Print E-mail
Percepat akses Kuala Namu, Gubsu 'tantang' warga
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE

MEDAN - Gubsu  Gatot Pujo Nugroho mengajak semua pihak terutama beberapa masyarakat di Desa Daluh X dan Telagasari Deliserdang ikhlas dan berfikir jernih membantu percepatan penyelesaian jalan non tol dari dan ke Kuala Namu International Airport (KNIA) yang dijadwalkan mulai operasional 25 Juli 2013.

"Bandara baru pengganti Polonia ini sudah lama menjadi impian belasan juta masyarakat Sumut. Mari kita dukung impian yang sudah akan menjadi kenyataan ini jangan sampai terkendala. Oleh sebab itu Bapak Gubsu berpesan jangan lah hendaknya ada lagi yang berupaya menghalanginya," ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan hari ini.

join_facebookjoin_twitter

Di hadapan sejumlah tokoh masyarakat, pemuka Agama dan tokoh pemuda Deliserdang pada rapat koordinasi unsur Pemprovsu dengan Pemkab Deliserdang menyongsong operasional awal KNIA di Kantor Bupati Deliserdang, Effendy Pohan menyampaikan sikap maupun komitmen Gubsu dalam penyelesaian pembebasan lahan untuk jalan arteri ke KNIA sama sekali tidak ingin menyusahkan apalagi mengorbankan rakyat, namun jangan pula akibat segelintir masalah proyek berskala internasional ini terkendala.

"Jadi prinsipnya Bapak Gubsu berpesan harus 'win-win solution'. Kendati hasil rapat FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah -red) Sumut telah menegaskan adanya eksekusi namun Bapak Gubsu masih tetap mengedepankan musyawarah untuk mengajak mereka yang belum puas agar berfikir jernih dan ikhlas membantu penyelesaiannya. Jika pun ada yang belum puas, hendaklah berjiwa besar menempuh jalur hukum yang dibuka lebar oleh pemerintah," jelasnya dalam rapat koordinasi yang juga membuka kesempatan untuk wartawan Deliserdang menyampaikan pertanyaan dalam forum resmi ini.

Bupati Deliserdang  Amri Tambunan diwakili Sekda  Asrin Naim  yang memimpin rapat juga sependapat dan mendukung sikap Gubsu tersebut dan mengajak semua pihak di kabupaten itu bersama-sama ikhlas tidak menghalangi percepatan penyelesaian jalan arteri ini.

"Mari kita ikhlas dan berjiwa besar. Namun, agar tidak ada yang merasa dirugikan, jika ada yang belum puas, kita selesaikan di jalur hukum. Yakinlah jalur hukum akan berjalan fair dan adil. Tidak perlu ragu kemudian melakukan gerakan atau mobilisasi menghalangi penyelesaian akses jalan non tol ini," ujarnya didampingi Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Deliserdang  Syafrullah

Hadir pada kesempatan ini Koordinator Percepatan Pembangunan Bandara Kualanamu Pemprovsu Zulkifli Taufik yang juga Kepala Satpol PP Pemprovsu, Kadis Kominfo Sumut Drs H Jumsadi Damanik SH MHum, Kepala Balai Besar Jalan Nasional I Wijaya Seta, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang Kalvin Sembiring, pimpinan PTPN II dan pejabat kompeten lainnya.

Secara umum Wijaya Seta melaporkan akses jalan non tol dari simpang Kayu Besar Jalinsum Tanjungmorawa menuju KNIA sepanjang 14 km sudah terbuka dan tersambung sehingga sudah dapat dilalui kendaraan bermotor namun belum seutuhnya 4 jalur 2 arah dan belum bisa lurus melainkan masih harus membelok pindah jalur di sekitar Desa Daluh X dan Telagasari, akibat masih adanya permasalahan dengan segelintir masyarakat.

"Jika permasalahan selesai setidaknya pada operasional 25 Juli nanti akses non tol sudah dapat terbuka empat jalur dua arah sepanjang 4 kilometer dari simpang Kayu Besar dan selebihnya terbuka dua jalur dua arah. Kontrak pengerjaan jalan arteri ini sampai pertengahan tahun 2014 dijadwalkan tuntas empat jalur dua arah," jelas Seta seraya menjelaskan selain akses Kayu Besar juga ada jalur alternatif ke KNIA dari arah Lubukpakam dan dari arah Tembung yang secara parsial juga sedang ditangani perbaikan jalannya.

Zulkifli Taufik menjelaskan sebenarnya lahan di kawasan Desa Daluh X dan Telagasari yang dipermasalahkan oleh segelintir masyarakat prinsipnya seluruhnya sudah selesai dibebaskan karena lahan tersebut berstatus HGU PTPN II yang sudah dibayar gantiruginya kepada PTPN II. Kemudian atas inisiatif Gubsu H Gatot Pujo Nugroho terhadap masyarakat yang menetap di lahan tersebut telah diberikan dana kerohimaan sepantasnya (uang pindah dan biaya pengganti bangunan).

"Di Desa Daluh X dari 40 persil sebanyak 36 sudah menerima dana tersebut dengan bukti-bukti yang lengkap mereka tandatangani namun sekarang muncul permasalahan 11 persil yang belua puas. Sedangkan di Desa Telagasari dari 55 persil, sebanyak 30 sudah selesai dan 25 lagi masih dalam proses. Ini yang paling urgen pengertian dan jiwa besar masyarakat karena akibat permasalahan ini sekitar 1,6 km ruas jalan arah ke KNIA dan 400 meter arah Kayu Besar belum selesai pengerjaannya," jelasnya.

Zulkifli Taufik mengemukakan kendati sudah ada keputusan eksekusi dari rapat FKPD Propinsi Sumut karena pembebasan lahan sudah dibayarkan lunas kepada PTPN II namun masyarakat yang belum puas dan mengaku memiliki surat atau alas hak pada lahan tersebut diharapkan membuat pengaduan kepada aparat penegak hukum dan menempuh jalur hukum penyelesaiannya.

Pejabat mewakili PTPN II Komar juga mengakui pembebasan lahan seluas 12,31 hektar HGU PTPN II yang terkena proyek jalan arteri Kayu Besar menuju KNIA termasuk yang dipermasalahkan di Desa Daluh X dan Telagasari dimaksud sudah selesai dibayar oleh pemerintah kepada pihaknya masing-masing sebesar Rp 1,97 milyar untuk 11,28 hektar pada tahun 2009 dan sisanya 1,03 hektar dibayar pada 25 Juni 2012 sebesar Rp 144 juta.

Editor: AGUS UTAMA
(dat03/wol)



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment