Thursday, 04 July 2013 01:33    PDF Print E-mail
Gempa Aceh, Sumbar waspadai patahan Sumatera
Warta
WASPADA ONLINE

PADANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, menyatakan dari empat segmen patahan yang dapat mengakibatkan gempa bumi, dua diantaranya harus diwaspadai masyarakat.

Manajer Pusat Pengendalaian  Operasional BPBD Sumbar Ade Edwar di Padang, Rabu, mengatakan, terkait 6,2 Skala Richter (SR) yang berpusat di 35 kilometer dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan kedalaman 10 km, yang juga menurut para ahli karena pergeseran Patahan Sumatera atau Semangko, patut diwaspadi karena di Sumbar ada empat segmen dari patahan tersebut.

"Empat segemen patahan semengko yang ada di Sumbar tersebut yakni  segmen Sumpur di Kabupaten Pasaman, Segmen Sianok dari Kabupaten Agam hingga Danau Singkarak di Kabupaten Tanah Datar, Segmen Sumani di Kabupaten Solok, dan Segmen Suliti di Kabupaten Solok Selatan," kata Ade.

Dia menambahkan, emapat dari dua segmen tersebut sudah lama tiadak terjadi gempa, dan dua lainya telah terjadi gempa pada 2007 dan juga awal 2013.

Dua segmen yang berpotensi untuk terjadi gempa tersebut adalah segemen sumpur yang membentang Kabupaten Pasaman, dimana kekuatanya bisa saja mencapai 6,9 SR, sebab telah hampir 150 tahun tidak terjadi gempa, demikian juga dengan segmen suliti yang sudah yang terakhir kali terjadi gempa tahun 1943.

Sebab itu bahaya gempa darat tersebut juga patut diwaspadai masyarakat disekitar segmen patahan tersebut, dimana perlu adanya program-program rumah aman gempa.

"Kita menyadari gempa tidak dapat diprediksi, namun masyarakat tentu harus tetap waspada, dan perlu mengetahui dimana mereka tinggal, agar antisipasi terhadap bencana alam dapat ditingkatkan," ujarnya.

BPBD Sumbar juga menjelaskan, jika gempa terjadi akibat segmen patahan semangko tersebut, diprediksi akses masuk akan terhambat, saat terjadi bencana alam, dikarenakan perkiraan dapat menimbulkan lingsor di lereng-lerang bukit menuju lokasi tersebut.

"Jika gempa akibat segemen patahan tersebut terjadi akses masuk ke daerah itu nantinya diperkirakan hanya dapat melakui jalur udara, sebab itu masyarakat juga harus menjadi desa tanggu, didaerah rawan tersebut," jelasnya.

Ade menambahkan, sejak 2012 BPBD telah memprogramkan dan mensosialisasi agar masyarakat dapat membentuk desa tangguh tersebut, untuk antisipasi jika terjadi bencana alam, dan gempa Aceh harus dijadikan pelajaran untuk kesiapan masyarakat menghadapi bencana alam.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment