Tuesday, 02 July 2013 07:19    PDF Print E-mail
Data penerima BLSM sengaja digelembungkan?
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta orang. Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah penduduk miskin yang dicatat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebanyak 62 juta orang.

Jumlah penduduk miskin versi BPS didata melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) sehingga pencatatan tersebut dinilai akurat. Kepala BPS Suryamin mengatakan data TNP2K tersebut dinilai tidak akurat dengan data yang dimiliki BPS.

"Rekan-rekan bisa membandingkan dengan sekarang yang digunakan untuk BLSM, ada kelompok raskin yang tidak seharusnya mendapatkan tetapi mendapatkan raskin, itu dugaan sementara," ujar dia di Jakarta, tadi malam.

Namun, lanjut dia, hasil pendataan dari PPLS pada tahun 2011 digunakan untuk BLSM tersebut sudah lengkap karena telah dilakukan verifikasi di lapangan sehingga ditemukan 40 persen Rumah Tangga (RT) terbawah. Kemudian, data tersebut diberikan ke TNP2K yang dipakai untuk program P4S sebagai akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Tentunya pemerintah dan TNP2K disesuaikan dengan anggaran dan ditentukannya sebanyak 15,5 juta RT. Kalau satu rumah tangga beranggotakan 4 anggota maka sudah mencakup 62 juta orang," tuturnya.

Jika pemerintah menggunakan data dari BPS, lanjutnya, maka tidak akan terjadi kesalahan data. "Kalau dilihat penduduk miskin saja 28,07 juta orang maka yang 15,5 juta itu sudah mencakup yang sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin bahkan ada yang tidak miskin karena mencakup semuanya yaitu 62 juta orang," pungkas dia.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) berada di bawah naungan Kementerian Sosial.

Seperti diketahui, banyak keluhan datang dari masyarakat terkait implementasi penyaluran dana BLSM. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang tidak pantas menerima BLSM namun tetap mendapatkannya.

Ini disebabkan oleh data yang dimiliki pemerintah. Pemerintah berjanji untuk segera memperbaiki kesalahan data ini.
(dat16/merdeka)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment