Tuesday, 25 June 2013 19:34    PDF Print E-mail
BLSM di Aceh tak tepat sasaran
Warta
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH -  Pengamat sosial ekonomi dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Alfian Ibrahim berpendapat pemerintah daerah belum siap  menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), sehingga di lapangan banyak terjadi salah sasaran.
     
"Dalam realisasi penyaluran program BLSM di Aceh, banyak terjadi ketimpangan atau tidak tepat sasaran. Hal itu dikarenakan tidak efektifnya strategi dan belum siapnya daerah melaksanakan," katanya di Meulaboh, hari ini, menanggapi banyaknya salah sasaran dalam penyaluran BLSM sebagai kompensasi naiknya BBM.
     
Harusnya, menurut Alfian yang juga Rektor UTU itu, sudah terbangun pos komunikasi antara penyalur dan pihak penerima, bukan melalui kantor pos yang membuat warga harus antrean panjang serta penyaluran tidak tepat sasaran.
     
"Pos komunikasi itu harusnya dibangun di desa-desa, dimana nantinya pihak penyalur dapat menyalurkan langsung, sistem jemput bola, sehingga tepat sasaran," imbuhnya.
     
Identitas pemilik kartu perlindungan sosial (KPS) tidak selamanya benar, karena pendataan belum tentu sesuai kenyataan di lapangan, karena itu benturan dalam penyaluran BLSM akan terus terjadi dan semakin banyak warga yang tidak mendapat haknya, ujarnya.
     
Mananggapi kenaikan BBM, Alfian menilai, penyesuaian harga BBM bersubsidi ini merupakan hal yang wajar dan masyarakat sudah dapat menerima.
     
"Karena mayoritas pengguna BBM bersubsidi ini adalah kelas menengah atas, sementara untuk menengah ke bawah relatif kecil apalagi pemerintah sudah menyalurkan BLSM," katanya.
     
Alfian menjelaskan, masyarakat kecil adalah pengkonsumsi minyak tanah untuk kebutuhan dapur, sementara premium bensin dan solar adalah konsumsinya kelas menengah atas (orang kaya).
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment