Wednesday, 19 June 2013 08:09    PDF Print E-mail
Biaya transportasi di Aceh naik 35%
Warta
HENDRO KOTO
WASPADA ONLINE


BANDA ACEH - Ketua Umum DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Aceh Musni Haffas menegaskan, biaya transportasi di Aceh akan mengalami kenaikan sebesar 35 persen jika harga BBM naik dan berlaku efektif.

"Organda saat ini masih menunggu keputusan kenaikan harga BBM, dan jika sudah diputuskan naik, maka perusahaan angkutan darat akan menaikkan biaya sebesar 35 persen," katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Ia menjelaskan, kontribusi BBM dalam operasional kenderaan adalah sebesar 42 persen, sehingga jika kenaikan harga BBM secara signifikan, tentu akan berpengaruh pada perusahaan jasa angkutan.

"Perusahaan jasa angkutan tidak punya pilihan, jika BBM naik, maka secara otomatis biaya transportasi juga harus mengikuti," ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada keputusan politik yang jelas dari pemerintah terkait dengan insentif kepada perusahaan jasa angkutan darat sehubungan dengan akan naiknya harga BBM.

"Kan sampai saat ini belum jelas sikap pemerintah, apakah ada insentif terhadap jasa angkutan darat," tukasnya.

Seharusnya, sebut Alex panggilan akrabnya, Pemerintah memiliki skema tersendiri untuk mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang terimbas akibat BBM naik. "Harga bahan pokok naik itu jika harga transportasi naik, nah jika transportasi tidak naik, maka harga kebutuhan pokok juga tidak naik," paparnya.

Untuk itu, tambahnya, kenaikan harga BBM seharusnya tidak berlaku bagi jasa angkutan darat agar tidak memicu kenaikan harga. "Namun saat ini pihak Organda sendiri belum mengetahui skema insentif untuk perusahaan jasa angkutan darat seperti apa, apakah khusus angkutan darat harga BBM tidak ikut dinaikkan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, dampak langsung yang akan dirasakan oleh perusahan jasa angkutan darat dalam kenaikan BBM adalah naiknya harga spare part kenderaan bermotor. "Kalau BBM naik, maka suku cadang kenderaan bermotor akan alami kenaikan sebesar 5 persen -7 persen," ungkapnya.

Karena itu, pungkasnya, solusi agar bahan pokok tidak ikut serta naik sehubungan dengan naiknya harga BBM adalah dengan pemberian insentif kepada perusahaan jasa angkutan kenderaan bermotor. "Insentif yang diberikan skemanya dapat diatur oleh pemerintah, misalnya harga BBM yang disubsidi khusus untuk kenderaan umum jasa angkutan darat," pungkasnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment