Monday, 17 June 2013 20:08    PDF Print E-mail
Karo berduka, Djasa Tarigan meninggal dunia
Warta
IRWAN SIREGAR
WASPADA ONLINE


MEDAN – Sang Maestro seniman besar Karo Djasa Tarigan, sebagai musisi terbesar sepanjang masa dalam karya modernisasi musik Karo, meninggal dunia karena serangan jantung. Tutup usia 50 tahun, di Rumah Sakit Umum Sundari Medan, tadi pagi.

Pria kelahiran Kabanjahe 19 Oktober 1963, mengawali karirnya sejak tahun 1980, dengan mempromosikan musik Karo tradisional ke tingkat nasional dan internasional, sehingga berhasil mendapat piagam penghargaan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Francis, Bosnia, Philipina dan Turki.

Musisi yang menguasai segala jenis musik tradisional Karo seperti gendang Karo, kulcapi, sarune, sordam yang berhasil memadukan musik tradisional Karo dan modern (keyboard) itu, juga kerap dipanggil ke seluruh nusantara dan internasional dalam mempromosikan musik Karo.

Arus Peranginangin, rekan seprofesi yang bergabung sejak tahun 1986 hingga sekarang, saat berada di rumah duka Jalan Bunga Herba II Padang Bulan (Belakang Lona Garden), malam ini, mengatakan, Seniman Karo Djasa Tarigan yang merupakan spesialis musik tradisionil Karo dengan memadukan musik modern, telah banyak berbuat khususnya dalam seni musik Karo.

Dikatakan Arus yang dikenal dengan perkolong-kolongnya, Djasa Tarigan telah membawa seni budaya Karo ke tingkat dunia dengan bentuk pagelaran seni budaya Karo ke mancanegara. Bahkan dengan berdirinya sanggar studio rekaman vokal "Djast Group, " telah melahirkan penyanyi-penyayi Karo juga bagi etnis lainnya. Direncanakan Alm. Djasa Tarigan akan dikebumikan di Tanah kelahirannya Desa Bulan Julu, Kabupaten Tanah Karo.

 Sementara itu Ketua Umum DPP Ikatan Seniman Karo Indonesia (ISEKIN) Kasby Surbakti, didamping Humasnya Sastroy Bangun mengatakan, ISEKIN merasa kehilangan atas berpulangnya, Alm Djasa Tarigan, yang telah banyak berperan dalam memajukan musik tradisional ke kancah dunia.

Salah satu kratifitas Djasa Tarigan, dalam pengembangan musik Karo, memadukan, instrumen tradisional Karo dengan instrumen alat musik modern (keyboard) yakni memasukkan program musik tradisional Karo ke program Keyboad.

"Saya pribadi dan pengurus ISEKIN turut mengucapkan bela sungkawa, atas berpulangnya Alm. Djasa Tarigan. Dan karyanya sepanjang zaman tidak akan pernah lekang. Selamat jalan sahabatku, semoga diterima di sisi-Nya," ujar Kasby.

Lebih lajut dikatakan, “Seharusnya, besok Selasa (18/06) sekira pukul 16.00 Wib, ISEKIN melakukan rapat intern organisasi untuk memantapkan kembali program kerja yang telah dibuat. Ternyata Tuhan berkehendak lain, Ketua Harian kami, Djasa Tarigan, duluan dipanggil Maha Kuasa,” pungkasnya.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment