Monday, 17 June 2013 10:33    PDF Print E-mail
BBM naik, sembako pasti meroket
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Rencana pemerintah mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) bersubsidi dinilai akan sangat sulit. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), menyatakan, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok secara signifikan akan sulit dibendung dan rata-rata kenaikan bisa melebihi 30%.

Sekretaris Jenderal APPSI, Ngadiran, menuturkan, jika pemerintah tidak mempunyai strategi yang tepat maka kenaikan harga kebutuhan bahan pokok sulit dihindarkan. "Sudah sejak bertahun-tahun, bahkan tanpa kenaikan BBM, harga bahan pokok akan naik jelang hari raya puasa dan lebaran," ujarnya. Akhir pekan.

Menurut Ngadiran, kebijakan menaikan harga BBM menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri kurang tepat. Ia menilai, tanpa ada kenaikan harga BBM harga-harga sudah dipastikan akan naik mendekati hari raya keagamaan.

Pada saat bulan Ramadan, lanjut dia, dipastikan permintaan barang kebutuhan pokok akan meningkat signifikan. Termasuk, adanya permainan para distributor yang menahan barang dalam waktu tertentu, sehingga menjadi faktor pendorong keniakan harga di pasaran.

Kenaikan harga BBM juga berimbas pada menignkatnya pula biaya distribusi atau transportasi barang. "Kalau harga distribusi naik maka harga jual barang akan menyesuaikan atau ikut naik," tandasnya.

APPSI mencatat, pada periode jelang bulan Ramadan tanpa adanya kenaikan BBM, harga barang kebutuhan pokok naik sekitar 4%-6%. Bahkan, untuk komoditas tertentu bisa naik mencapai 30%. Sehingga, dengan adanya kebijakan kenaikan harga BBM subsidi menjelang Ramadan dan Lebaran, maka harga kebutuhan pokok berpotensi naik lebih dari 30%.

Ngadiran menambahkan, saat ini harga telur di pasaran sudah mencapai Rp 17.000-Rp 18.000 per Kilogram (Kg). Angka tersebut naik sekitar 30% dari harga normalnya sebesar Rp 13.500 per Kg.

Dia menilai, kebijakan menegndalikan harga klebutuhan pokok harus dilakukan berdasarkan rendana jangka panjang dans ecara berkala. "Kebijakan peran Bulog impor daging sangat sulit bisa kendalikan harga yang hanya berperan dalam dua sampai tiga bulan. Ini saja daging dalam enam bulan terakhir harga belum turun-turun," ujarnya.

Ngadiran mengusulkan, pengendalian harga kebutuhan pokok harus dengan melibatkan asosiasi pedagng pasar dan bukan hanya Bulog saja. Kemudian, pemerintah harga berani mematok harga eceran setiap barang kebutuhan pokok agar perang peadagang pasar jelas.
(dat16/kontan)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment