Friday, 31 May 2013 20:08    PDF Print E-mail
Konflik berdarah terjadi di lahan garapan
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE 


MEDAN - Konflik berdarah di lahan garapan kembali terjadi antara PTPN 2 dengan masyarakat adat di Klambir Lima Deli Serdang. Kali ini, seorang masyarakat adat menjadi korban pembacokan oknum suruhan PTPN 2.

Informasi menyebutkan, puluhan orang diduga suruhan PTPN2 bersenjata tajam langsung melakukan pengepungan posko milik masyarakat adat Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Kampung Klambir.

Kalah dalam jumlah massa, masyarakat adat BPRPI menghindari pertikaian dan mundur dari lokasi. Namun dua orang dari masyarakat adat BPRPI, terjebak dalam kepungan PTPN 2. Oknum suruhan PTPN 2 langsung menyerbu dan membacok kepala salah seorang diantaranya, yakni Nazaruddin.

Aparat kepolisian dari Polsek Hamparan Perak yang berada di lokasi, tidak mampu mengamankan pertikaian. Terkesan, Polsek Hamparan Perak lebih berpihak kepada PTPN 2. Bahkan, Kapolsek Hamparan Perak yang berada di lokasi, tidak berbuat banyak.

Ketua Umum BPRPI Sumut Harun Noeh, malam ini, mengungkapkan penyesalan terhadap tindakan arogansi PTPN2 . Menurutnya, seharusnya peristiwa itu tidak terjadi bila penyelesaian konflik agraria dilakukan dengan berembuk musyawarah, dan bukan dengan cara kekerasan.

Dia mengimbau petugas Polsek Hamparan Perak harus berani menghentikan tindak kekerasan dalam bentuk apapun. Sebab, aparat kepolisian harus mampu memberikan pengamanan dan perlindungan kepada setiap warga negara.

“Kita minta polisi harus netral dalam situasi ini. Untuk membangun Deliserdang yang aman, kondusif dan sejahtera, kita harus menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Bukan dengan jalan kekerasan. Kita harus menjalankan hukum dan keputusan soal agraria yang sudah ada saat ini,” tegas Harun.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment