Monday, 27 May 2013 09:18    PDF Print E-mail
Penghargaan bagi SBY sudah telambat
Warta
WASPADA ONLINE
    
JAKARTA - Rencanaa LSM "The Appeal of Conscience Foundation" memberikan penghargaan atas keberhasilan menjaga kerukunan umat beragama kepada Presiden SBY dinilai terlambat.

"Sepantasnya, penghargaan itu telah diberikan sejak lama untuk bangsa ini. Karena bangsa ini telah sejak lama dihuni oleh lima agama yang sepanjang sejarah, dapat rukun dan damai," kata pengamat hukum dan sosial dari Universitas Islam Riau (UIR), Syahrul Akmal Latif, tadi malam.

Pancasila yang menjadi landasan ideologi bangsa ini menurut dia adalah faktor utama negara ini selalu damai meski "dihuni" oleh lima agama dan ragam suku.
Sekedar mengingatkan, bahwa Pancasila memiliki lima pedomana dengan dilengkapi sebanyak 36 butir-butir penting.

Sila yang pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemudian Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap, dan Persatuan Indonesia. Sila keempat yakni Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan atau Perwakilan. Sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Syahrul menengarai ada beberapa faktor yang mungkin membuat penghargaan ini terlambat diberikan kepada SBY. Salah satunya adalah kabar terkait maraknya aksi-aksi terorisme di negara ini. Kemudian perkembangan partai politik yang begitu pesat hingga idealisme sempat semakin terkikis, atanya.

Kedepan, kata Syahrul, sangat diharapkan pemerintah dapat lebih menanamkan rasa nasionalisme kepada rakyatnya sehingga keutuhan ideologi dapat lebih terjaga. Sesungguhnya pula, kata dia, dis-integrasi antarumat yang sebelumnya sempat terjadi, adalah sebuah fenomena politis dimana ada pihak-pihak yang tidak menginginkan bangsa ini aman dan tentram.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment