Friday, 24 May 2013 15:26    PDF Print E-mail
PKB manfaatkan film 'Sang Kyai' untuk kampanye?
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) dan Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa(DKN Garda Bangsa) terpanggil mensyiarkan perjuangan pendiri Nahdalatul Ulama(NU) KH Hasyim Asy’ari.  Karena itu, film Sang Kiai, yang berkisah soal KH Hasyim, yang akan diputar serempak di bioskop seluruh Indonesia 30 Mei bukan ajang kampanye PKB  meraup suara pada pemilu 2014.

"Tidak ada motif politik jangka pendek seperti itu, kami hanya ingin mengawal supaya film sang Kiai sukses di pasaran," kata Ketua Panitia Behind The Scene Film Sang Kiai Goes 2 Campus, Wahyu Andre Maryono di Jakarta, hari ini.

PKB, lanjut Wahyu, didirikan oleh NU, sedang Hasyim Asy’ary pendiri NU dan pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Hasyim, bukan hanya milik NU dan PKB tetapi milik bangsa Indonesia. Masalahnya, ada kecenderungan di masyarakat ingin melupakan peranan perjuangan Hasyim Asy’ary melawan penjajah dan menegakkan negara kesatuan RI.

"Kita ingin membuka mata publik, terutama generasi muda bhawa kiai sejak dulu sudah berpolitik, tapi berpolitik untuk kemerdekaan," tandas Wahyu.

Karena itu mereka mensosialisasikan film produksi RapiFilm ini ke mahasiswa dan pelajar  Indonesia. "Film ini penting untuk generasi muda," katanya.

Animo mahasiswa menghadiri Behind  The Scene Sang Kiai di Kampus STIKOM cukup besar. Mereka mendengarkan kisah-kisah di balik pembuatan film ini dari Rako Prijanto(sutradara), aktor Ikranegara(pemeran KH Hasyim Asyari), Agus Kuncoro Adi(pemeran KH Wahid Hasyim) dan Sekjen DKN Garda Bangsa Abdul Malik Haramain. Film ini juga dibintangi Christine Hakim yang berperan sebagai Nyai Kapu).

Abdul Malik yang juga anggota Komisi II DPR mengaku, Garda Bangsa memang sengaja mensosialisasikan film Sang Kiai, karena film ini diperlukan oleh siapa pun termasuk mahasiswa. Dia menyatakan, film ini tidak saja menarik  dan istimewa tetapi penting, pada saat Indonesia mengalami erosi kebangsaan.

"Nilai-nilai kebangsaan kita semakin menurun dan tidak berkualitas," kata Abdul Malik seraya menambahkan, film ini tepat dari segi waktu dan berguna untuk bangsa kita terutama generasi muda karena begitu bermakna.
(dat16/rmol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment