Thursday, 23 May 2013 08:12    PDF Print E-mail
Impor kedelai, Bulog terganjal
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Perum Bulog masih menunggu Peraturan Menteri Perdagangan untuk dapat melakukan impor kedelai, meskipun Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Prespres)  nomor 32 tahun 2013 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum Bulog Untuk Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai.

Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Jakarta, mengatakan, pihaknya baru menerima salinan Prepres no 23 tahun 2013 yang ditandatangani Presiden pada 8 Mei tersebut hari ini.

"Prepres tersebut kan harus diundangkan dulu melalui Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian setelah itu harus menunggu Permendag," katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugaskan Perum Bulog untuk ikut menangani masalah kedelai. Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 32 tahun 2013 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum Bulog Untuk Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai.

Sutarto menyatakan, untuk membeli kedelai dari dalam negeri harus menggunakan harga pembelian pemerintah (HPP) sebagaimana berlaku pada beras dan ini diatur oleh Menteri Perdagangan.

"Mengenai berapa harga beli di dalam negeri harus ada Surat Keputusan Mendag," katanya.

Meskipun demikian, menurut dia, secara operasional sebenarnya Bulog sudah bergerak karena wacana penugasan Bulog sebagai stabilisator harga kedelai tersebut sudah berlangsung lama.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment