Tuesday, 21 May 2013 15:28    PDF Print E-mail
Saksi tak kenal Rahudman Harahap
Warta
IRWAN SIREGAR
WASPADA ONLINE


MEDAN – Mantan Bendara Umum Sekretaris Tapanuli Selatan, Haplan Tambunan mengakui tidak pernah berjumpa dengan Rahudman Harahap di Sekretaris daerah Tapsel. Pasalnya, hanya beberapa hari Haplan menjabat sebagai Bendahara Umum, Rahudman Harahap sudah berhenti menjadi Sekda Tapsel karena mencalonkan diri sebagai Bupati Tapsel.

Hal ini dikatakan Haplan selaku saksi dalam persidangan Walikota non aktif Rahudman Harahap selaku terdakwa terkait kasus dugaan korupsi dana tunjangan penghasilan aparatur pemerintahan desa (TPAPD) Tapsel senilai Rp1,5 miliar, sewaktu menjabat sebagai Sekda Tapsel, di Pengadilan Tipikor Medan, hari ini.

join_facebookjoin_twitter

“Saya tidak tau dan tidak pernah melihat (Rahudman-red),” kata Haplan yang menjabat sebagai Bendahara Umum Sekretaris Tapanuli Selatan sejak 25 April 2005 dan sebeumnya menjabat sebagai pegawai di Infektorat Tapsel.

Di depan majelis hakim yang diketuai Sugianto, Haplan menyebutkan pencairan anggaran TPAPD Tapsel sebanyak 5 kali. yakni; pada 4 Mei 2005 sebanyak Rp1,035 miliar yang disulankan sebelum 4 Mei, sementara APBD Tapsel tahun 2012 belum disahkan.

“Pengguna anggaran saat itu masih atas nama Rahudman Harahap. Dia tidak menjabat sebagai Sekda lagi. Saya tidak tau apakah ini salah atau tidak,” katanya.

Pencairan juga dilakukan pada 28 juni 2005 sebanyak Rp2,803 miliar dengan perintah bupati Tapsel dan persetujuan Kepala Bagian Keuangan dengan nota dinas.

Sementara pada Juli, Haplan mengakui tidak mencairkan permohonan anggaran TPAPD tahun 2005 sebanyak Rp2,9 miliar karena sewaktu itu utang Sekda masih ada sebanyak Rp2,9 miliar dan permintaan ini tidak melalui Surat Perintah Membayaran Uang (SPMU).

Pencairan juga tidak terjadi pada permohonan 19 Agustus 2005 karena sudah dicairkan pada 4 Mei yang pada waktu itu APBD Tapsel 2005 belum ditetapkan.

Pada 31 Oktober pihaknya mencairkan sebanyak Rp 1,4 miliar untuk TPAPD dan pada 14 Desember 2004 juga dilakukan pencairan sebanyak Rp480 juta dari APBD Tapsel 2005. Sementara pada 6 Januari 2005 juga dicairkan sebanyak 1,03 miliar.

Sementara pagu anggaran untuk TPAPD tahun 2005 hanya Rp5,9 miliar, sementara anggaran yang dicairkan untuk TPAPD tahun 2005 sekiatar 6,7 miliar.

Sementara itu, mantan Bendahara Umum Pemerintah Kabupaten Tapsel tahun 2002-2005, Amrin Tambunan dalam sidang tersebut mengakui sebagian anggaran dana tunjangan penghasilan aparatur pemerintahan desa (TPAPD) tahun 2004-2005 digunakan untuk perjalanan dinas pimpinan waktu itu.

"Anggaran waktu itu digunakan untuk perjalanan dinas bupati, sekda  dan wakil bupati. kwitansinya sama pengacara dan pengacara berhenti jadi pengacara saya. Pengacara tidak membela saya dan membawa semua dokumen yang saya berikan," kata Amrin Tambunan selaku saksi dalam persidangan terdakwa Rahudman Harahap, hari ini.

Dia juga mengakui pada tahun 2005 langsung melarikan diri ke Palembang hingga April 2010 karena sudah banyak kepala desa yang mencari-carinya. "Saya meninggalkan kantor dan tidak masuk kerja lagi, karena takut sama kepala desa yang mencarinya terkait TPAPD," katanya.

Diakui, seluruh pengeluaran pembayaran melalui persetujuan dari pimpinananya, yakni Rahudman Harahap selaku Sekda. "Ada tambahan anggaran sebanyak Rp480 juta karena ada kekurangan," tambahnya.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment