Saturday, 18 May 2013 14:22    PDF Print E-mail
Target pengesahan UU tak terpenuhi
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Setelah rendahnya absensi kehadiran anggota dewan, kini kinerja DPR kembali menjadi sorotan. Kali ini karena masih banyak tugas DPR seperti legislasi yang masih jauh dari target.

DPR sendiri di periode 2009-2014 memasukkan 279 Rancangan undang-undang (RUU) sebagai program legislasi nasional (Prolegnas). Dari 279 RUU yang masuk sebagai Prolegnas jangka panjang, DPR menyusun Prolegnas jangka pendek, yakni 69 hingga 70 RUU dibahas dan disahkan menjadi UU.

Namun, menurut Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Indra, hingga menjelang pertengahan 2013, DPR baru menyelesaikan dan mengesahkan enam UU dari total 70 RUU yang masuk dalam Prolegnas 2013.

"UU yang sudah disahkan oleh DPR ada enam UU dari 70 RUU yang masuk Prolegnas 2013," ujar Indra kepada wartawan, hari ini.

Menurutnya, 70 RUU itu merupakan target yang diputuskan dalam Prolegnas jangka pendek tahun 2013. Namun meski baru enam UU yang diselesaikan masih ada waktu bagi DPR untuk menyelesaikan sisa RUU lainnya.

Indra mengatakan, saat ini jumlah UU yang disahkan oleh DPR belum bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengukur sejaumana kinerja DPR. Pasalnya masih banyak RUU yang sedang dibahas dan hampir rampung dalam waktu dekat ini.

"Kalau mau menyorot produktivitas DPR itu akan bisa dilihat diakhir tahun, karena sekarang semua RUU masih ada di komisi-komisi dan di pansus. Mereka proses pembahasannya bervariasi ada yang sudah 70-98 persen," imbuhnya.

Indra menilai, setiap RUU memiliki beban dan muatan yang bervariasi. Hal itulah yang menjadi ukuran berapa lama proses pembahasan RUU dilakukan. Dia menyebutkan, adapun RUU yang sudah disahkan menjadi UU biasa memiliki muatan dan beban yang ringan seperti jumlah pasalnya yang tidak terlalu banyak dan pembahasannya tidak menuai polemik di DPR dan publik.

"Perbedaannya dilihat dari beban dan muatan. Seperti RUU KUHP 766 pasal dan sekarang saja masih proses pembahasan awal. Padahal draf RUU KUHP ini sudah disusun sejak 49 tahun. Ada RUU yang penyelesaiannya hanya enam bulan dan ada yang bisa dua tahun," ungkapnya.

DPR sendiri di tahun 2012 kemarin menargetkan untuk menggodok 69 RUU. Namun dari 69 RUU itu, hingga akhir 2012 hanya 30 RUU saja yang telah disetujui menjadi Undang-undang (UU). Sisanya masih terkendala dan belum bisa diselesaikan.

Dari 30 undang-undang (UU) yang telah disetujui dan disahkan, hanya 10 UU saja yang sebenarnya masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Padahal target Prolegnas sendiri adalah 69 RUU.

Sisanya yakni 20 UU merupakan UU kumulatif terbuka seperti perjanjian atau ratifikasi internasional, UU tentang Anggaran, dan UU tentang Pembentukan Daerah Otonom Baru (12 UU).

Saat ini terdapat 33 RUU yang sudah memasuki tahap pembicaraan tingkat I, yakni pembahasan antara DPR bersama pemerintah.

Namun lagi-lagi itu pun hanya 22 RUU yang merupakan prioritas tahun 2012. Sisanya yakni dua RUU adalah tunggakan Prolegnas 2010 dan 9 RUU adalah tunggakan Prolegnas 2011.

Rencahnya capaian target legislasi DPR tidak hanya terjadi di tahun 2012 saja, tetapi juga terjadi di tahun 2010 dimana target yang ditetapkan DPR bersama pemerintah adalah 70 RUU.

Namun dalam perjalanannya, DPR hanya bisa menyelesaikan dan mengesahkan 18 RUU menjadi Undang-undang. Dimana delapan diantaranya merupakan RUU prioritas dan 10 lainnya merupakan RUU kumulatif terbuka.

Kemudian pada tahun 2011, sebanyak 70 RUU masuk daftar Prolegnas yang terdiri dari 36 RUU Prolegnas 2010 ditambah 34 RUU prioritas baru. Selain itu ditetapkan pula 21 RUU luncuran pembahasan, yakni RUU yang draf serta naskah akademiknya sudah disiapkan sehingga tinggal dibahas pada tahun 2011.

Dari 91 RUU itu, hanya 22 RUU yang disahkan menjadi UU, tetapi hanya 18 yang merupakan prioritas dan 4 lainnya merupakan RUU kumulatif terbuka.
(dat16/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment