Friday, 17 May 2013 22:10    PDF Print E-mail
Infrastruktur hambat perkembangan ekonomi Sumut
Warta

WASPADA ONLINE

MEDAN - Sumatera Utara masih belum bisa maksimal meningkatkan perekonomian dan menarik investor karena infrastruktur yang tidak memadai.

“Data menunjukkan dari 34.109.418 km jalan di Sumut (nasional, provinsi dan kabupaten/kota), lebih banyak jalan yang dalam keadaan sedang, rusak dan rusak berat ketimbang dalam posisi baik. Kondisi itu membuat pertumbuhan ekonomi tidak maksimal dan mengurangi minat investor,” kata akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Kasyful Mahalli, di Medan.

Berdasakan data Dinas Bina Marga Sumut 2012, jalan dalam kondisi baik hanya 15.219.543 km, sisanya sedang, rusak dan rusak berat serta kondisi yang tidak dirinci.

Harusnya tidak ada alasan bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bahwa perbaikan jalan itu terhambat kekurangan dana menyusul kesiapan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kementerian Keuangan yang siap mengucurkan dana pinjaman untuk investasi yang dibutuhkan masyarakat serta keinginan kuat pengusaha bekerja sama.

Selain jalan, infrastruktur lainnya seperti gas dan listrik juga masih tidak memadai. Menurut dia hari ini, pemerintah memang tidak bisa lagi mengandalkan dana dari pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiaya pembangunan karena hal itu otomatis menambah beban masyarakat dan pengusaha yang akhirnya bisa menghambat pertumbuhan perekonomian daerah.

Pemerintah perlu kreatif seperti melakukan kerja sama dengan pihak swasta yang tentunya juga harus mempertimbangkan keuntungan besar untuk masyarakat.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/antara)

 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment