Wednesday, 15 May 2013 17:51    PDF Print E-mail
Bupati Madina ditangkap di Percut
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikabarkan telah menangkap Bupati Madina Hidayat Batubara sore ini Jalan Perjuangan Komplek Veteran Kecamatan Percut Sei Tuan.

Informasi yang diterima Waspada Online sore tadi menyebutkan Hidayat Batubara ditangkap KPK sedang berada di rumah salah satu pengacara di Komplek Veteran tersebut. "Sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi ditangkap bang," ujar Irwansyah Nasution salah seorang pemuda Madina penggiat anti korupsi yang melihat kejadian tersebut.

join_facebookjoin_twitter

Setelah dilakukan penangkapan tersebut menurut Irwansyah, Bupati Madina tersebut langsung diboyong oleh tim KPK ke Bandara Polonia untuk diberangkatkan ke Jakarta.

Saat ini puluhan wartawan sedang berada di Stasiun Keberangkatan Domestik Bandara Polonia untuk mencari informasi terkait penangkapan Bupati Madina itu dan sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penangkapan tersebut.

Kemarin tim KPK telah menggeledah rumah pribadi Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan Nomor 76, Medan, Sumatera Utara. Dalam penggeledahan tersebut, KPK menemukan uang sebesar Rp 1 miliar yang dibungkus plastik dalam lemari filling cabinet di rumah mewah itu.

Diduga uang Rp 1 miliar itu merupakan suap yang diberikan SRG kepada Hidayat agar yang bersangkutan mendapatkan proyek-proyek yang dibiayai dana Bantuan Daerah Bawahan di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun anggaran 2013.

Penggeledahan dilakukan KPK usai menangkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berinisial KRL dengan seorang pengusaha kontraktor swasta berinisial SRG. Keduanya ditangkap KPK, Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB, tak jauh dari rumah Hidayat.

Sebelum ditangkap, KRL dan SRG baru saja bertemu di rumah pribadi Hidayat tersebut. Dari informasi yang diperoleh wartawan, Hidayat dan KRL menjanjikan salah satu proyek Bantuan Daerah Bawahan kepada SRG. Untuk itu, SRG diminta memberikan sejumlah fee. Jumlah fee yang diberikan SRG untuk mendapatkan proyek-proyek Bantuan Daerah Bawahan ini nilainya mencapai Rp 1 miliar.

KPK belum berhasil menangkap Hidayat, yang keberadaannya masih belum diketahui hingga saat ini. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, KPK masih terus mengejar Hidayat. "Sampai jam 00.00 semalam masih belum tertangkap. Status dikejar," katanya.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment