Wednesday, 15 May 2013 22:23    PDF Print E-mail
China sebut Okinawa bukan milik Jepang
Warta
WASPADA ONLINE
 
BEIJING - Seorang pejabat tinggi tentara China mengatakan, kepulauan Ryukyu -meliputi pula Okinawa dan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut- bukan milik Jepang, dalam cekcok mengenai kepemilikan wilayah di antara kekuatan Asia itu.

Pernyataan Mayor Jenderal Luo Yuan dari Tentara Pembebasan Rakyat tersebut disiarkan dalam laman kantor berita China, setelah media utama negara itu pada pekan lalu mengangkat masalah itu tersebut agar Tokyo meninjau ulang kedaulatan wilayahnya di gugus kepulauan itu.

Luo menegaskan bahwa kepulauan itu mempunyai sejarah dalam hubungan sebagai budak dengan dinasti-dinasti kekaisaran di China.

Hubungan itu bukan berarti wilayah tersebut merupakan bagian dari China, katanya dengan menambahkan "Tetapi kita yakin akan satu hal, yaitu Ryukyu adalah bukan milik Jepang."

"Jika Ryukyu bukan milik Anda," katanya merujuk Jepang, "Bagaimana Anda mau membicarakan Diaoyu?"

China dan Jepang sudah lama berseteru mengenai hak atas pulau di Laut China Timur yang oleh Tokyo diakui sebagai Pulau Senkaku sedangkan China mengakuinya sebagai Pulau Diaoyu.

Perseteruan itu semakin sengit tahun lalu saat Jepang membiayai pulau yang belum menjadi miliknya dan menimbulkan unjukrasa "Anti-Jepang" di sejumlah kota di China.

Kapal-kapal laut China secara tetap memasuki wilayah perairan kepulauan tersebut dan pesawat jet Jepang berseliweran untuk mencegah  pesawat China, sehingga dikhawatirkan menyulut konflik bersenjata.

Para pengamat mengatakan, pertanyaan China mengenai status Ryukyu mungkin dimaksudkan untuk menekan Jepang agar membuat kesepakatan untuk memutuskan sengketa pulau yang secara administratif masuk wilayah Prefektur Okinawa.

Luo agaknya mempunyai dukungan atas pendapatnya dengan mengangkat masalah Ryuku, China menyerang pada "titik lemah" Jepang.

Rabu lalu harian People's Daily di China-- surat kabar dengan peredaran terbesar dan merupakan corong dari Partai komunis, menurunkan tulisan akademisi yang menyebut bahwa China mungkin mempunyai hak atas Ryukyu.

Jepang mengatakan bahwa kepulauan Okinawa merupakan wilayah kedaulatannya dan telah mendapat pengakuan internasional.

Sebelum bergabung dengan Jepang pada abad 19, Kerajaan Ryukyu yang mandiri, berpusat di Okinawa, membayar upeti ke China selama berabad-abad -- seperti yang juga dilakukan oleh banyak negara Asia lainnya, dan sebagai imbalannya memperoleh hak dagang yang menguntungkan.

Okinawa menjadi pangkalan militer Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS yang penting dan menjadi hunian bagi 1,3 juta jiwa penduduk.

Amerika Serikat menduduki Okinawa dan sejumlah pulau lain di gugusan Ryukyu selama 27 tahun sejak berakhirnya Perang Dunia II dan mengembalikannya ke Jepang pada 15 Mei 1972.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment