Wednesday, 15 May 2013 16:23    PDF Print E-mail
Bupati Madina sudah ditangkap KPK
Warta

IRWAN SIREGAR
WASPADA ONLINE


JAKARTA - Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara (HIB), dipastikan sudah diamankan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. Hidayat diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar terkait proyek alokasi dana bantuan dari pemerintah provinsi Sumatera Utara.

"HIB ditangkap di sebuah tempat di Medan, beberapa jam lalu," terang Jurubicara KPK Johan Budi kepada media di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sore ini.

join_facebookjoin_twitter

Johan menjelaskan kronologi transaksi suap menyuap hingga berujung penangkapan terhadap Hidayat yang juga merupakan ketua DPC Partai Demokrat Madina.

Penangkapan berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan kemarin. Pukul 10,00 petugas KPK dapat informasi akan ada transaksi suap menyuap. Kemudian sekitar pukul 12.00, seorang swasta (kontraktor) berinisial SP bertemu dengan Hidayat di rumahnya yang terletak di Jalan C Asahan No 76 Medan.

Ada informasi dalam pertemuan terjadi serah terima uang sebesar Rp1 miliar antara SP dengan Hidayat. Setelah pukul 12.00 petugas berhasil mengamankan SP. SP ditangkap bersama seorang berinisial KRL, Plt Kepala Dinas PU Madina. Petugas membawa keduanya ke Kejati Sumut. Dari hasil pemeriksaan penyelidik dan penyidik itulah diketahui ada serah terima uang.

Atas pengakuan itu, penyidik KPK memeriksa rumah Hidayat. Hasilnya, ditemukan uang dalam bentuk rupiah sebesar 1 miliar. "Uang dalam plastik di dalam feeling cabinet," jelas Johan.

Dikabarkan, KPK membawa pelaku penyuapan yang dilakukan Dinas Bina Marga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama dua kontraktor ke Jakarta, sore ini.

Sebelumnya, KPK terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka, sejak tadi malam di sebuah ruangan lantai tiga kantor Kejati Sumut.

Kejati Sumut enggan memberikan komentar terhadap pemeriksaan yang dilakukan tim KPK dari Jakarta. Seperti biasa mereka menyuruh awak media untuk mempertanyakan hal tersebut kepada Jurubicara KPK, Johan Budi di Jakarta.

Dalam kasus penangkapan ini,  KPK melakukan penyitaan 2 unit mobil milik para tersangka yaitu Land Cruiser dan Nissan Terrano yang saat ini dititipkan di Kejati Sumut.

Bukan itu saja, penggeledahan rumah pribadi Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan Nomor 76, Medan, petugas KPK juga menemukan uang senilai Rp1 miliar yang dibungkus plastik dalam lemari filling cabinet di rumah mewah itu. Diduga uang Rp1 miliar itu merupakan suap yang diberikan inisial SRG kepada Hidayat agar mendapat proyek-proyek yang dibiayai dana Bantuan Daerah Bawahan di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun anggaran 2013.

Penggeledahan dilakukan KPK usai menangkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berinisial KRL dengan seorang pengusaha kontraktor swasta berinisial SRG. Keduanya ditangkap KPK, Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB, tak jauh dari rumah Hidayat.

Sebelum ditangkap, KRL dan SRG baru saja bertemu di rumah pribadi Hidayat tersebut. Dari informasi yang diperoleh, Hidayat dan KRL menjanjikan salah satu proyek Bantuan Daerah Bawahan kepada SRG. Untuk itu, SRG diminta memberikan sejumlah fee. Jumlah fee yang diberikan SRG untuk mendapatkan proyek-proyek Bantuan Daerah Bawahan ini nilainya mencapai Rp1 miliar.

Mengenai berita penangkapan Bupati Madina yang diterbitkan berbagai media massa di Medan pagi tadi, yang menyatakan sang bupati Hidayat Batubara ditangkap KPK kemarin, namun pada kenyataannya, menurut Jurubicara KPK Johan Budi, baru hari ini (Rabu 15/5) bupati tersebut ditangkap di sebuah tempat di Medan. Untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta.

Editor: AGUS UTAMA
(dat03/wol/tvone)



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment