Tuesday, 14 May 2013 08:12    PDF Print E-mail
RI waspadai H7N9 dan virus corona
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Penularan kasus flu burung jenis baru H7N9 yang semakin luas di China dan Taiwan membuat Kementerian Kesehatan semakin memperkuat kewaspadaan atas masuknya virus tersebut ke Indonesia lewat pintu masuk bandara dan pelabuhan internasional.

"Kemarin saya sudah meminta semua Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk makin meningkatkan kewaspadaan termasuk menyiapkan tim khusus bila diperlukan, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam pernyataannya di Jakarta.

Tjandra juga menyatakan KKP telah melakukan pengecekan peralatan pemindaian suhu tubuh (thermal scanner) yang akan digunakan untuk memeriksa gejala awal seseorang terkena virus flu burung yakni panas tubuh yang tinggi.

"Sebagian (thermal scanner) masih perlu perbaikan. "Banner" di pelabuhan internasional juga sudah terpasang semua," kata Tjandra mengungkapkan persiapan dari Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar pesawat udara dan kapal laut dari negara yang sedang mengalami wabah H7N9 yakni China dan Taiwan dapat melaporkan (declaration) ke menara bandara dan pelabuhan bila ada penumpang atau kru yang datang dari China dan Taiwan dan sedang sakit untuk dapat diambil tindakan segera.

"Dalam surat (edaran) ini juga saya sampaikan agar administrator bandara/pelabuhan mempersiapkan dirinya, dimana surat saya tembuskan juga ke pihak Angkasa Pura dan Pelindo di daerah masing-masing," kata Tjandra.

Sementara itu, laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus H7N9 di China makin bertambah jumlahnya, walau memang masih terbatas di Cina dan Taiwan.

Tjandra mengutip laporan WHO dimana jumlah kasus H7N9 hingga 13 Mei 2013 sebanyak 131 orang, 32 diantaranya meninggal atau case fatality rate (CFR) seebesar 24,42 persen.

Selain melakukan antisipasi bagi H7N9, Kementerian Kesehatan juga melakukan persiapan kewaspadaan bagi virus corona terutama bagi calon jamaah haji.

"Saya bersurat kembali ke seluruh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dengan tembusan ke seluruh KKP tentang penyampaian Informasi terbaru yang dikeluarkan WHO dan agar melakukan penyuluhan kepada calon jamaah umrah di daerah masing-masing," kata Tjandra.

Penyuluhan kepada para jamaah haji itu antara lain untuk selalu menjaga kesehatan antara lain dengan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan cuci tangan pakai sabun (CTPS).

"Selain itu, diharapkan agar bila ada sakit yang mengganggu segera berobat dan mengikuti informasi yang benar tentang penyakit ini," ujar Tjandra.

Sedangkan Dinas Kesehatan setempat diminta tetap melakukan kewaspadaan untuk kemungkinan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (SARI/severe acute respiratory infection) di daerah masing-masing, terutama yang bersifat klaster.

"Kasus novel Corona Virus (nCoV) saat ini sudah merambah ke Perancis, walaupun kasus di Perancis memang ada riwayat perjalanan ke jazirah Arab," kata Tjandra mengutip laporan dari WHO.

Hingga tanggal 10 Mei 2013, tercatat 33 kasus konfirmasi laboratorium infeksi nCoV pada manusia yang dilaporkan ke WHO yaitu dari Jordan, Qatar, Saudi Arabia, Inggris, Uni Emirat Arab dan Prancis.

Sebagian besar kasus adalah laki-laki (79,3 persen atau 23 dari 29 kasus yang dilaporkan jenis kelaminnya) dengan rentang usia 24-94 tahun (median 56 tahun).

"Sebanyak 18 kasus meninggal, angka kematiannya (CFR/case fatality rate) sebesar 54,54 persen, jauh lebih tinggi dari kematian akibat H7N9," kata Tjandra.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment