Monday, 13 May 2013 07:10    PDF Print E-mail
Pemilu Malaysia biang kecurangan
Warta
WASPADA ONLINE

KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim masih tidak terima kalah dalam pemilu Malaysia 5 Mei lalu. Anwar menuduh pemilu Malaysia sebagai biang kecurangan.

“Komisi pemilu bertindak curang. Pemilu kemarin adalah pemilu tercurang,” seru Anwar di hadapan pendukungnya, seperti dikutip AFP, tadi malam.

“Kami menuntut mereka (komisi pemilu) bertanggung jawab sekarang juga,” tambahnya.

Sebenarnya pihak oposisi berhasil meraih suara lebih banyak daripada kubu penguasa. Namun, sistem pemilu yang digunakan di Malaysia membuat banyak suara yang didapat pihak oposisi hangus.

join_facebookjoin_twitter

Dalam sistem pemilu Malaysia jumlah suara dibagi ke dalam beberapa distrik. Satu distrik mewakili satu kursi di parlemen.

Pemerintah Malaysia mengatur agar wilayah yang menjadi basis dukungannya dapat terbagi menjadi banyak distrik. Sebaliknya wilayah yang dikuasai oposisi dibagi ke dalam distrik dengan jumlah yang lebih sedikit.

Peraturan tersebut memastikan kubu penguasa mendapat kursi parlemen yang jauh lebih banyak daripada pihak oposisi walaupun kalah dalam raihan suara keseluruhan.

Hasil pemilu minggu lalu menunjukkan, pihak oposisi meraih 51 persen suara, menang tipis dari kubu penguasa yang hanya mendapat 47 persen suara. Tetapi kubu penguasa unggul jauh dalam raihan kursi parlemen dengan 133 kursi dibanding pihak oposisi yang hanya mendapat 90 kursi.

Partai Pemerintah Malaysia berhasil memenangkan pemilu tahun ini, setelah terlibat dengan pertarungan yang cukup sengit dengan oposisi dalam proses pemungutan suara itu. Barisan Nasional mengamankan 133 dari 222 kursi di Parlemen Malaysia.
 
Dengan kemenangan ini, Perdana Menteri Najib Razak akan tetap memerintah di Negeri Jiran. Namun Najib tampaknya akan menerima tekanan dari beberapa politisi dalam koalisinya karena gagal mengamankan banyak kursi di parlemen.
 
"Kami akan terus bekerja menerapkan kebijakan moderat dan akomodatif untuk negara ini," ujar Najib dalam jumpa pers, seperti dikutip Reuters, pekan lalu.
 
"Kami sudah melakukan yang terbaik, namun ada beberapa faktor yang muncul. Kami tidak mendapat banyak suara dari warga China dalam rencana pembangunan," imbuhnya.
 
Etnis Melayu tampaknya masih solid untuk tetap mendukung koalisi Pemerintah Malaysia yang dipandang berprestasi dalam mengatasi masalah perekonomian. Namun, etnis China justru berpaling ke oposisi karena terpikat dengan retorika anti-korupsinya.
 
Seperti diketahui, jumlah kursi yang diraih Barisan Nasional saat ini lebih kecil ketimbang pada 2008. Lima tahun yang lalu, partai besar di Malaysia itu mengamankan 140 kursi.
 
Fraksi oposisi mendapatkan 89 kursi, dan jumlah ini dinyatakan meningkat karena pada pemilu sebelumnya mereka hanya mengamankan 82 kursi. Bersamaan dengan itu, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan, dirinya menolak hasil pemilu karena Komisi Pemilu Malaysia gagal menyelidiki adanya kecurangan.
(dat16/afp/reuters/bbs)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment