Saturday, 11 May 2013 21:08    PDF Print E-mail
5 wanita terdekat Fathanah terjaring hukum
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Istri tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika, bisa dijerat dengan pasal Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU).

Begitu pula terhadap teman dekat Fathanah, seperti mahasiswi Maharani Suciyono, artis Ayu Azhari, model majalah dewasa Vitalia Shesya, pedangdut Tri Kurnia Puspita.

Kelima wanita itu diduga kecipratan hasil pencucian uang Ahmad Fathanah. Mereka pun akhirnya mengembalikan barang dan uang yang diberikan tersangka kasus kuota impor daging sapi itu.

Maharani, mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta, ikut digelandang KPK saat sedang bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Selasa 29 Januari 2013. Ketika itu, Ahmad Fathanah memberikan uang Rp10 juta sebagai hadiah perkenalan.

Ayu Azhari menyerahkan uang Rp 20 juta dan US$ 1.800. Uang itu merupakan uang muka untuk mengisi acara Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia tidak mau mengambil resiko, meskipun berhak atas uang tersebut.

Vitalia mengembalikan Honda Jazz warna putih dan jam tangan mewah merek Chopard. Bahkan, model majalah dewasa itu mengaku pernah diberi uang.

Pada Selasa (7/5/2013), KPK menyita sebuah Honda Freed berwarna putih Nopol B 882 LHA, gelang hermes, dua jam tangan Rolex, atas nama Tri Kurnia yang ikut diperksa saat itu.

Rumah atas nama Sefti disita. Cincin pernikahan serta kalung juga diserahkan ke KPK. KPK bisa menjeratnya karena asas hukum patut diduga dalam pasal tersebut dan pembuktiannya dilakukan di pengadilan.

"Jadi, wanita-wanita yang kena cantolan itu bisa kena. Ini pembelajaran. Biar masyarakat tahu, apakah itu dititipkan, menyimpan, dan menerima. Meski itu kecil, seharusnya kena Pasal 5. Tidak ada alasan tidak tahu. Jadi, mereka, wanita-wanita itu, berapa pun jumlahnya harus kena. Apalagi AF (Ahmad Fathanah) itu hasil dari suap misalnya," kata bekas hakim Asep Iwan Iriawan, Jakarta, hari ini.

Pasal 5 UU TPPU berbunyi, “Setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Editor:  SASTROY BANGUN
(dat03/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment