Thursday, 09 May 2013 21:02    PDF Print E-mail
Besok, gerhana matahari cincin
Ragam
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Gerhana matahari sebagian (GMS) akan terjadi pada Jumat (10/5) pagi besok. Pada saat gerhana, Matahari akan punya kenampakan unik karena sebagian piringannya "dimakan" oleh Bulan yang menutupinya.

Astrofisikawan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, "Saat terbit, Matahari akan tampak berbentuk tanduk karena fenomena gerhana yang terjadi."

join_facebookjoin_twitter

Matahari yang berbentuk tanduk saat terbit bisa dilihat di wilayah Jawa, termasuk Jakarta. Bagian kanan bawah piringan Matahari akan tampak cuil, merepresentasikan bagian yang tertutup oleh Bulan. Masyarakat bisa menyaksikan kenampakan ini tepat saat Matahari terbit.

Di Sulawesi, kenampakan Matahari akibat gerhana bahkan lebih beragam. Hal ini karena lebih banyak fase gerhana yang bisa dilihat. Jawa hanya bisa menyaksikan fase akhir gerhana. Sementara itu, wilayah Makassar bisa menyaksikan saat awal, puncak, dan akhir gerhana.

Di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan; gerhana matahari bisa dilihat sejak saat Matahari terbit hingga sekitar pukul 07.37 Wita. Berbeda dengan di Jawa, saat terbit, Matahari di Makassar akan tampak cuil di bagian atas.

Seiring pergerakan Bulan, kenampakan dan bagian Matahari yang cuil pun akan berubah. Saat puncak gerhana, Matahari menyerupai bulan sabit, tetapi lebih tebal. Pada saat akhir, Matahari akan tampak serupa tanduk.

Kenampakan Matahari mirip dengan di Makassar juga bisa dilihat di wilayah Indonesia timur, seperti Jayapura. Pada puncak gerhana, dari Jayapura tampak bahwa bagian Matahari yang tertutupi oleh Bulan lebih besar. Di Jayapura, gerhana bisa dilihat dari pukul 06.37 hingga 09.22 WIT.

Thomas menguraikan, perubahan kenampakan Matahari selama gerhana terjadi karena gerakan bulan. "Pada saat awal gerhana bulan bergerak dari arah barat lalu perlahan bergerak ke timur mendekati akhir gerhana," katanya.

Matahari yang berbentuk mirip bulan sabit mencerminkan fase puncak gerhana. Sementara Matahari yang berbentuk tanduk mencerminkan fase akhir gerhana, Bulan mencuil bagian bawah piringan Matahari.

Untuk besarnya piringan Matahari yang "dimakan" oleh Bulan, Thomas mengungkapkan bahwa hal tersebut tergantung pada lokasi tempat melihat. Pada lokasi yang lebih tepat, piringan Matahari tampak cuil lebih besar.

Sementara itu, untuk gerhana kali ini, tutupan piringan Matahari maksimum bisa dilihat dari wilayah Pasifik. Dari sana akan tampak fenomena gerhana matahari cincin. Cincin api akan tampak pada pinggiran permukaan Matahari.

Fenomena gerhana matahari cincin adalah yang terunik. Fenomena ini terjadi karena bayang-bayang Bulan yang menutupi permukaan Matahari tidak sampai ke Bumi. Gerhana matahari cincin pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2009.

Tahun ini, akan ada dua fenomena gerhana matahari. Gerhana matahari berikutnya akan terjadi pada 3 November 2013. Saat itu, beberapa wilayah akan berpotensi mengalami gerhana matahari total.

Astronom ITB, Moedji Raharto mengatakan, gerrhana Matahari tersebut merupakan gerhana Matahari Cincin. Namun, kata dia, masyarakat Indonesia hanya dapat menyaksikan gerhana Matahari Sebagian.

"Karena jalur gerhana Matahari cincin tidak melewati wilayah Indonesia. Jalur gerhana Matahari Cincin tersebut melewati Australia dan sebagian besar berada di samudera Pasifik," ungkap Moedji kepada wartawan.

Selama gerhana matahari berlangsung, kata dia, diameter sudut matahari lebih besar dari diameter sudut Bulan. Di sebagian kota dalam wilayah Indonesia, tutur dia, hanya menyaksikan momen gerhana Matahari Sebagian (GMS) dengan selang waktu yang berbeda dari satu kota ke kota lainnya.

"Di Yogya misalnya pada waktu Matahari terbit dalam keadaan gerhana dan pada akhir gerhana Matahari pada jam 06:27 wib, tinggi matahari hanya 11 derajat," papar dia.

Di Bandung pada waktu matahari terbit dalam keadaan gerhana dan pada akhir gerhana Matahari Sebagian pada jam 06:27 wib kedudukannya lebih rendah hanya 8 derajat, di Ternate GMS dimulai jam 04:50 wib, tinggi Matahari sekitar 6 derajat dan ketika GMS berakhir pada jam 06:45wib tinggi Matahari mencapai +33 derajat
(dat06/kompas/republika)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment