Thursday, 09 May 2013 10:12    PDF Print E-mail
Candu lem cap kambing berbahaya
Warta
IRWAN SIREGAR
WASPADA ONLINE


MEDAN – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Surya Adinata menilai, masih maraknya anak jalanan yang kecanduan menghisap lem cap kambing di Medan, disebabkan kurangnya perhatian Dinas Sosial (Dinsos) kepada anak jalan. “Yang jelas faktor pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan tidak berjalan.

Seharunya, Dinas Sosial selaku dinas terkait melakukan penyuluhan dan perhatian. Anak jalanan tersebut bisa dibina,” kata Surya Adinata kepada Waspada Online, hari ini.

Meskipun belum adanya aturan hukum yang mengatur pelarangan menghisap lem cap kambing hingga kecanduan, namun sudah semestinya para penegak hukum melakukan pencegahan terhadap tindakan yang membuat orang fly.

“Sepanjang pengetahuan saya belum ada aturan yang mengatur terhadap hisap lem cap kambing tersebut. Kalau pun tidak ada aparat penegak hukum jangan diam, karena itu bisa berbahaya,” tambahnya.

Dia menilai para pecandu penghisap lem cap kambing sewaktu fly dengan mudah melakukan tindakan yang menjerumus kepada kejahatan, seperti mencuri, berkelahi dan tindakan kriminal lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Putra (17), warga Desa Titi Pasir, Kecamatan Seumadam, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) ditemukan tewas, setelah tak sadar dan terjatuh dari Tribun Stadion Teladan yang juga diduga overdosis karena kecanduan menghisap lem cap kambing.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment