Tuesday, 07 May 2013 19:31    PDF Print E-mail
Angkot sumber kemacetan di Medan
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Angkutan Kota (angkot) selama ini yang menjadi suber kemacatan di Kota Medan karena sering menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat.

Sopir angkot juga sering mengemudi tanpa mematuhi rambu-rambu lalu lintas khususnya kalau sopir Angkot itu sopir serap. Hal tersebut dikatakan oleh Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Budi Hendrawan hari ini.

join_facebookjoin_twitter

“Makanya pada kesempatan ini kita memberitahukan kepada supir utama agar tidak sembarangan menyerapkan angkotnya kepada supir cadangan. Karena selama ini, banyak kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkot umumnya dikemudikan supir cadangan.

“Karena itu ke depannya, supir angkot harus melihat sopir cadangannya apakah sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan mengerti peraturan lalu lintas,” jelas Kompol Budi  sela-sela sosialisasi lalu lintas kepada supir angkot di persimpangan Jalan Williem Iskandar.

Dalam Ops Simpatik ini juga kata Budi, Sat Lantas Polresta Medan juga bersosialisasi di kalangan penarik becak, tukang parkir, mahasiswa, pelajar dan lainnya. “Dalam sosialisasi itu, kami menerima masukan melalui dialog dan tanya jawab guna memecahkan permasalahan lalu lintas di lapangan dan bagaimana solusinya,” kata Budi.

Salah seorang supir KPUM nomor lintasa 74, Naibaho saat pertemuan tersebut meminta Kasat Lantas membantu mempermudah dalam pengurusan SIM bagi para supir. Naibaho juga berharap bila ada permasalahan lalu lintas antara supir angkot dengan pengendara lainnya, jangan langsung ditilang. “Kami minta agar permasalahan itu diselesaikan dan pihak kepolisian membantu menyelesaikan masalah jangan ditilang,” harap Naibaho.

Menanggapi ini Kasat Lantas Kompol Budi Hendrawan menjelaskan, pihaknya menampung aspirasi para supir angkot dan akan disampaikan kepada anggota yang bertugas di lapangan. “Tetapi kalau memang terjadi pelanggaran lalu lintas, wajib ditindak,” tegasnya dan berharap sopir angkot tetap mematuhi peraturan lalu lintas.

Mengenai pengurusan SIM, Budi menjelaskan, para supir angkot harus memperhatikan kapan matinya SIM. “Kalau untuk perpanjangan SIM sebelum masa berlakunya habis, kita bantu,” jelasnya.

Sedangkan Ketua III KPUM Ali Akram dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya merespon positif atas kedatangan Kasat Lantas Polresta Medan untuk mensposialisasikan tata tertib lalu lintas kepada supir angkot.

“Selama ini kami, terus mendukung program Satlantas Polresta Medan khususnya terkait keamanan ketertiban keamanan lalu lintas. Ke depannya kami akan terus bekerjasama dengan Sat Lantas Polresta Medan guna memberikan pencerahan tata tertib lalu lintas di kalangan supir khususnya KPUM,” harapnya.

Dalam  Operasi Simpatik 2013 yang dimulai hari ini, Satlantas Polresta Medan menggelar ops di 20 titik lokasi dengan cara berdialog langsung dengan masyarakat yang ada di kota Medan. Kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi terkait lalu lintas agar masyarakat terutama pengendara taat berlalu lintas.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment