Tuesday, 07 May 2013 19:34    PDF Print E-mail
Demokrat utamakan caleg bermutu
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Pengajuan calon anggota legislatif sementara (DCS) untuk DPR RI 2014-2019 yang diserahkan Partai-partai kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) belakangan ini banyak disoroti media.

Menurut Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Teuku Reifky Harsya, sorotan itu wajar. "Tetapi yang jelas, dalam penyusunan daftar bakal calon legislatif (bacaleg) di Partai Demokrat, semuanya telah melalui proses penjaringan yang obyektif dan transparan," kata Riefky.

Dalam diskusi 'Potret Mutu Caleg Parpol Peserta Pemilu 2014' yang diselenggarakan Lembaga Pemilih Indonesia di Jakarta, Minggu 5 Mei kemarin, Riefky mengemukakan bahwa dalam proses penjaringan bakal caleg di Partai Demokrat, dari 1800-an orang yang mengambil formulir caleg PD, sekitar 1400 orang mengikuti proses seleksi selanjutnya. Dari jumlah itu, 1109 berhasil lolos tahap verifikasi.

"Pada tahap pembobotan oleh tim satuan tugas (Satgas) Penjaringan, terpilihlah 560 orang bacaleg yang akan ditempatkan di 77 dapil," kata Riefky yang juga Wakil Ketua Fraksi PD di DPR RI. "Selanjutnya, ke- 560 bacaleg itu disampaikan ke Majelis Tingi untuk dikoordinasikan dengan 33 Ketua DPD (provinsi) guna menerima masukan," tambah Riefky.

Riefky, yang juga anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (dapil) Aceh 1 itu, berharap bahwa pada setiap penempatan caleg di daerah pemilihan (dapil) masing-masing nantinya mereka dapat mengakselerasi ikhtiar Partai Demokrat dalam pemenangan di pemilu 2014.

Menurut Riefky, terdapat enam komponen sumber caleg bagi PD. Mereka itu termasuk yang sekarang sudah menjadi anggota DPR RI (periode 2009-2014). Dari 148 anggota DPR, ada 136 orang yang mendaftar kembali sebagai caleg pemilu mendatang. "Sisanya tidak nyaleg lagi karena berbagai alasan seperti maju dalam Pilkada, maju sebagai calon DPD RI, ataupun karena faktor usia," kata Riefky.

Lima komponen sumber lainnya adalah, pengurus pusat DPP, pengurus DPD/ DPC, kader dan organisasi sayap partai PD, anggota PD non-kader dan tokoh masyarakat.

Dalam penetapan bacaleg itu, Satgas Penjaringan PD memiliki kriteria umum dan kriteria khusus. "Di antara kriteria umum yang penting adalah kesehatan, pendidikan & pelatihan, riwayat organisasi & pekerjaan, penghargaan dan status hukum para bacaleg," kata Ketua DPP Partai Demokrat itu lagi.

Adapun untuk kriteria khusus, menurut Riefky, penetapannya bergantung pada unsur sumber bacaleg masing-masing. Misalnya bagi bacaleg yang berasal dari komponen 'tokoh masyarakat', maka mereka itu mesti populer, akseptabel, dan memiliki pengaruh untuk mendapatkan suara yang signifikan. "Peran aktif terhadap berbagai kegiatan kemasyarakatan selama ini, juga menjadi bahan pertimbangan utama bagi mereka," kata Riefky.

Riefky menyayangkan bila masih ada isu miring tentang nama-nama tertentu dalam daftar bacaleg PD. "Sebab semuanya berdasarkan pertimbangan yang legal dan rasional," kata Riefky, "Selain itu, penetapan bacaleg PD dilakukan dengan menghargai hak WNI yang dijamin konstitusi, yaitu hak untuk memilih dan hak dipilih."

Pada prinsipnya, selain menjamin hak berpolitik setiap WNI, sesungguhnya para bacaleg juga telah melalui seleksi yang ketat dalam proses pembobotan yang dilakukan oleh Satgas Penjaringan di PD. "Demikian pula, dari sisi status hukum setiap bacaleg, terdapat persyaratan bahwa mereka tidak tersangkut tindak pidana korupsi, narkoba, asusila dan tindak pidana berat lainnya," tambah Riefky.

Caleg PD didominasi sarjana
Riefky menjelaskan bahwa rata-rata umur bakal caleg PD tergolong muda. “Sekitar 60 prosen di antara bakal caleg di Partai Demokrat berusia di bawah 50 tahun. Dari jumlah itu, 27 prosen di antaranya berusia antara 21-40 tahun,” kata Riefky.

Menurut data yang ada, mayoritas tingkat pendidikan ke-560 bakal caleg PD itu adalah sarjana. “Alhamdulillah, sekitar 92 prosen jenjang pendidikan bakal caleg Partai Demokrat adalah lulusan S1, S2 dan S3,” tambah Riefkysambil tersenyum.

Partai Demokrat, menurut Riefky, juga secara serius mengusahakan keseimbangan gender. “Lebih dari 36 % bakal caleg kami adalah kaum wanita,” kata Riefky. Walaupun dengan sistem suara terbanyak nomor urut tidak berpengaruh, tetapi dari hasil nilai pembobotan hampir separuh bacaleg wanita berada di urutan nomor awal. “Sekitar 40 prosen bakal caleg perempuan di Partai Demokrat berada pada nomor urut atas, yakni di urutan satu, dua atau tiga,” tambah Riefky lagi.

Dengan menjunjung hak politik WNI yang dijamin oleh konstitusi (dipilih dan memilih), Mekanisme Penjaringan dan Proses Pembobotan yang telah dilalui setiap bacaleg, Survey bacaleg di dapilnya masing-masing serta dikoordinasikannya daftar bacaleg dengan 33 Ketua DPD (provinsi), “InsyaAllah Partai Demokrat siap berkompetisi secara sehat dan optimal pada pesta demokrasi 2014 ini”, tegas Riefky.
(dat06/wol/rilis)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment