Friday, 03 May 2013 20:08    PDF Print E-mail
Gatot usulkan non aktif Rahudman
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN – Masa jabatan Rahudman untuk memimpin Walikota Medan sudah diujung tanduk. Dengan kasus korupsi yang menjeratnya sebagai terdakwa, mengharuskan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk mengusulkan penonaktifan Walikota Medan tersebut ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) dan Rahudman akan segera lengser dari singgasananya.

Surat penonaktifan sementara Walikota Medan, Rahudman Harahap yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tersebut sudah dibawa Asisten Pemerintahan Hasiolan Silaen didampingi Kabiro Otda Setda Provinsi Sumut, Jimmy Pasaribu ke Jakarta, hari ini.

"Surat dari PN Medan kami terima kemarin (Kamis, 2/5) sekitar pukul 14.00 wib. Setelah dibuatkan konsepnya oleh Biro Otda dan Asisten I(pemerintahan), kemudian ba'da maghrib surat pengusulan penonaktifan Pak Wali saya tandatangani untuk diteruskan ke Kemendagri," ujar Gatot.

Gatot menyebutkan, sesuai mekanisme Mendagri akan menonaktifkan sementara waktu dan akan menyurati Wakil Walikota Medan maupun Ketua DPRD Medan dan ditembuskan ke Gubernur Sumut untuk mengusulkan pelaksana tugas.  "Mekanisme yang saya tahu, setelah ada jawaban penonaktifan dari Pak Menteri, baru kita akan usulkan pelaksana tugasnya," katanya.

Diterangkan Gatot, surat resmi pengusulan penonaktifan menginformasikan status yang saat ini disandang Walikota Medan Rahudman Harahap. "Surat pengusulan itu menginformasikan status Pak Wali yang sudah terdakwa. Sesuai peraturan yang berlaku, maka kita mohonkan ke Pak Menteri untuk penonaktifan sementara Pak Wali," jelasnya lagi.

Ditanya siapa yang akan menyampaikan ke publik penonaktifan Rahudman Harahap, Gatot menjawab itu hal teknis. "Itu mekanisme ya, kalau nanti Pak menteri sudah menjawab secara resmi, saya yakin dari pihak Humas Kemendagri juga akan menginformasikan, termasuk kita juga akan menyampaikan itu," terangnya.

Sementara itu Rahudman Harahap pagi hingga tadi siang, menjalani sidang perdana kasus korupsi Tunjang Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Tapanuli Selatan tahun 2005 sebesar Rp 1,5 Miliar lebih yang menjeratnya saat ini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut  di pengadilan Tipikor Medan. Rahudman  terkait dalam kasus tersebut saat menjabat sebagai Sekda di Pemkab Tapsel.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment