Thursday, 02 May 2013 19:10    PDF Print E-mail
Korupsi, 2 pejabat Sumut 'gol'
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN –  Direktorat Reserse Kriminal Khusus  Kepolisian Daerah Sumatera Utara( Ditreskrimsus Polda Sumut ) hari ini menahan pelaku korupsi di pemerintahan Sumut yang dipimpin  oleh Gatot Pujo Nugroho. Dua pejabat koruptor tersebut yakni Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (Dirut PDAM) Tirtanadi Azzam Rizal dan Kepala Bagian Biro KeuanganPemprov Sumut Iliyas.

Menurut Direktur Reskrimsus Kombes Sadono Budio Nugroho kedua pejabat tersebut ditahan karean sudah memiliki dua alat bukti yang cukup. “Azzam kita tahan terkait kasus korupsi di Tirtanadi dan Illiyas ditahan karen kasus korupsi dana Bantuan  Operasional Sekolah (BOS),” ujar Sadono. Kedua pejabat tersebut lanjut Sadono menjalani penahanan 20 hari tahap pertama di sel tahanan Polda Sumut.

join_facebookjoin_twitter

Informasi menyebutkan Azzam diduga melakukan korupsi  voucer penagihan rekening air PDAM Tirtanadi tahun 2012 dan voucer pengeluaran kas dari Koperasi Karyawan PDAM Tirtanadi, yang merugikan negara mencapai Rp.6,3 miliar lebih.

Sementara itu sebelmnnya Bareskrim Mabes Polri juga telah  menerbitkan pencekalan terhadap terduga kasus korupsi PDAM Tirtanadi Medan, SumateraUtara, Dirut PDAM Tirtanadi Azzam Rizal selama waktu enam bulan kedepan.
 
Sesuai surat pencekalan yang diterbitkan Polri yang diteken Kabareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman atas permintaan Kapolda Sumut No: R/349/III/2013 Reskrimsus tanggal 13 Maret 2013 perihal permohonan pencegahan keluar negeri atas nama Azzam Rizal, Ashari Pasaribu, Irwansyah Siregar, Subdarkan Siregar dan Suyamto.
 
Azzam adalahDirut PDAM Tirtanadi, Ashari Pasaribu, rekananPDAM Tirtanadi, Irwansyah Siregar dan Subdarkan Siregar keduanya pegawaiPDAM dan Suyamto pegawai koperasi karayawan PDAMTirtana diMedan.
 
Kelimanya terduga korupsi penerbitan voucher penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Sumut tahun 2012 senilai Rp 2.289.845.995.

Sementara tersangka korupsi dana BOS diduga mengalihkan dan tersebut  dalam bentuk lain. Tapi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Sadono tidak mau mengatakan kemana dana BOS yang semestinya dialirkan ke rekening sekolah-sekolah tersebut.  Kabar miring menyebutkan kalau dana BOS tersebut diginakan untuk kepentingan Gatot PujoNugroho yang saat dalam rangka kampanye Pilgub 2013 kemarin.

“Berdasarkan bukti-bukti dan laporan para sekolah yang belum mandapatkan dana BOS, tersangka hari ini  kita tahan,” ujar Sadono.

Infomasi menyebutkan, kasus dugaan penyimangan dana BOS itu diselidiki Polda Sumut atas adanya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2010 sebesar Rp 56 miliar di Dinas Pendidikan Provinsi Sumut  ) yang saat itu dipimpin Syaiful Syafri.

Penyelidikan ditelusuri mulai dari pendistribusian dana BOS di Sumut masih enam persen pada Januari 2011. Dimana dana tersebut diterima Sumut di tahun 2011 senilai Rp 1,07 triliun. Jumlah tersebut diperuntukkan terdiri dari BOS untuk SD negeri/swasta berjumlah Rp 715, 6 miliar dan BOS SMP negeri/swasta berjumlah Rp 361,3 miliar.

Terkait kasus ini  Kepala Biro Keuangan Sumut Baharuddi Siagian dan mantan Kadis Pendidikan Propsu, Syaiful Syafri  sudah dimintai keterangannya oleh penyidik. Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut terus mendalami dokumen yang sudah di sita untuk dijadikan barang bukti.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment